Usai Jaranan, Keracunan


 
MALANG - Robin Dwi, 22, warga Jalan Kresno Malang menjalani perawatan intensif di RS Panti Nirmala, kemarin. Korban diketahui tiba-tiba tak sadarkan diri. Chintia, 26, kakak korban mengatakan adiknya dirawat setelah mengeluh sesak napas dan tak bisa buang air kecil.
“Dia baru pulang Senin pagi, ngakunya pusing-pusing. Katanya, hari Minggu bermain festival jaranan,” kata Chintia kepada wartawan di RS Panti Nirmala, Kamis (10/5).
Setelah tiba di rumah, dia tidak tidur di rumah seperti biasa. Dia pergi ke kediaman neneknya yang tak jauh dari rumah karena mengaku mengantuk dan ingin tidur. Menurut Chintia, adiknya tak kunjung sehat walaupun sudah tidur.
Selasa (8/5) lalu, adiknya tak segera pulih. Walaupun sudah meminum air degan cukup banyak, kondisinya tak membaik. Robin kadang sadar, namun tak jarang juga pingsan di atas ranjang. Dia sempat muntah-muntah. 
“Saya takut dia keracunan sesuatu sehingga diminumi air degan,” ujarnya. Kondisi seperti ini terus berlanjut hingga Rabu (9/5). 
Dia dilarikan ke RS Panti Nirmala sore harinya. Sejak saat itu, korban menjalani rawat inap.
“Dia sempat koma, terus lanjut cuci darah karena katanya ada masalah di ginjal. Pagi tadi (kemarin) sadar. Kalau ada masalah seperti sesak, akan dilakukan cuci darah,” tambah Chintia.
Dia sendiri mengaku tidak tahu pasti apa penyebab sakit adiknya tersebut. Dari keterangan sementara dokter kepada pihak keluarga, aliran darah adiknya memiliki kandungan metanol. Sementara itu, selain Robin, dikabarkan ada tiga orang lain yang meninggal.
Dua di antaranya bernama Hari Borek dan Eblek. Pihak keluarga Robin, mengaku tidak mengenal tiga orang yang dikabarkan meninggal.
Pantauan Malang Post, kawasan Jalan Ontoseno yang menjadi kediaman para korban, tidak banyak aktivitas. Salah satu tetangga korban yang enggan disebut namanya, membenarkan ada warga yang meninggal. 
“Memang ada, setahu saya dua orang. Apakah karena miras, saya tidak tahu. Saya tidak enak ngomongnya, karena saya kenal juga dengan keluarganya,” ujar salah satu tetangga.
Kapolres Malang Kota (Makota), AKBP Asfuri menegaskan pihaknya telah menurunkan personel untuk menyelidiki sebab peristiwa ini.
“Anggota masih menelusuri informasi yang berkembang. Semua turun ke lapangan. Kami tidak mau berandai-andai,” jelas dia. (fin/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...