Tak Mau Dimadu

 
MENJAGA keharmonisan rumah tangga, sebetulnya tidak sulit. Kalau suami-istri berkomitmen untuk saling mencintai, setia dan percaya. Namun terkadang godaan pihak ketiga yang membuat runtuhnya keutuhan hubungan rumah tangga. 
Kisah rumah tangga Ronald dan Amel, warga Kecamatan Pagak ini menjadi contohnya. Selama hampir 12 tahun mereka hidup bahagia, namun hanya karena kehadiran pihak ketiga, kini rumah tangganya di ujung kehancuran. 
Amel memilih mengakhiri rumah tangganya dengan Ronald, dengan mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Kepanjen. Alasannya, karena Amel tidak mau dimadu. Sedangkan Ronald tetap ngotot ingin berpoligami dengan menikahi wanita selingkuhannya. 
"Kasihan anak-anak kalau sampai ayahnya menikah lagi. Lebih baik bercerai saja dari pada saya dipoligami," ungkap Amel. 
Ronald dan Amel ini, menikah pada tahun 2006 lalu. Dari perkawinan, mereka dikaruniai dua orang anak. Selama berumah tangga, mereka hidup bahagia tanpa ada kekurangan apapun. 
Selama 12 tahun ini, Ronald juga bertanggungjawab pada keluarga. Ia sayang dengan Amel dan juga anak-anaknya. Semua kebutuhan Amel dan anak-anaknya selalu tercukupi. 
Namun kebahagiaan selama belasan tahun tersebut, pudar dengan hadirnya orang ketiga. Itu setelah Ronald berterus terang kepada Amel, kalau dirinya ingin menikah lagi. Semula Amel tidak percaya dan menganggapnya hanya bercanda. 
Namun apa yang disampaikan Ronald, ternyata serius. Ronald mengatakan sudah memiliki wanita lain yang akan dinikahi. Amel yang tidak terima, menolak dengan keras. Ia memberi pilihan kepada Ronald, supaya menceraikannya jika ingin menikah lagi. 
Tetapi Ronald tidak mau bercerai dengan Amel. Ia ngotot tidak ingin berpisah dengan Amel dan anak-anaknya, tetapi juga tetap ingin menikah lagi. Karena sudah tidak ada pilihan lagi, Amel yang memang sudah tidak mau dimadu, akhirnya memilih untuk mengajukan cerai. 
"Saya sudah memberi waktu tiga bulan, dengan pulang ke rumah orangtua. Tetapi karena dia tetap ingin menikah lagi, ya lebih baik saya yang mengalah untuk bercerai," tuturnya.(agp/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :