Antisipasi Tahanan Teroris, Kapolres Mahkota Datangi Lapas Klas I Lowokwaru

 
MALANG - Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri, S.IK, MH mendatangi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Lowokwaru, Jumat (11/5). Kunjungan tersebut diadakan dalam rangka pemeriksaan keamanan narapidana di Lapas tersebut, terutama narapidana teroris (napiter).
Kepada awak media, AKBP Asfuri, S.IK, MH mengatakan, maksud kedatangannya dalam rangka menjalin silaturahmi dengan pejabat baru Lapas Klas I Lowokwaru. Selain itu, pihaknya juga melakukan pengecekan secara keseluruhan di dalam Lapas selama 30 menit. 
“Kami juga mengecek blok-blok tahanan dan narapidana yang ada di dalam. Mulai dari tahanan dan narapidana narkoba, pidana umum, korupsi dan juga teroris,” terang dia. 
Sementara, untuk pengamanan dan pengawasan terhadap para narapidana yang ada, pihaknya selalu berkoordinasi dengan Kepala Lapas (Kalapas). Sejauh ini, pihaknya melibatkan enam sampai delapan orang personil yang piket secara bergantian di Lapas. 
“Menurut pantauan, semua masih aman. Kami juga selalu melakukan koordinasi dengan Lapas. Kami juga melaksanakan patroli dan terapkan sistem piket jaga. Apabila ada hal-hal yang perlu bantuan dari petugas kepolisian kami selalu siap,” jelas dia.
Sementara itu, Kalapas Klas I Lowokwaru, Farid Junaidi mengaku pihaknya tidak membedakan pengamanan kepada napiter maupun narapidana lainnya. Namun, untuk napiter mendapat perlakuan khusus. 
“Khusus untuk napiter, kami melakukan profilling. Siapa saja mendekati mereka akan kita data, cek dan laporkan. Jangan membuat mereka merasa wah. Nanti mereka akan berpikir wah juga. Jadi kita biasa saja tapi tetap ada standar khusus untuk mereka,” papar dia.
Farid menyebut, profilling ditujukan untuk memonitor kegiatan sehari-hari para napiter. Selain itu pihak lapas juga berkoordinasi dengan pihak Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).“Bukan didampingi terus tetapi perkembangan yang kita lihat dan kita juga ada psikolog. Kita juga selalu berkomunikasi dan bekerjasama dengan BNPT," beber dia.
Farid menambahkan, saat ini ada dua napiter yang ditahan di Lapas Klas I Lowokwaru. Yakni napi untuk kasus terorisme di Batam yang dihukum 3 tahun dan di Depok yang dihukum 7 tahun. 
“Ada instruksi khusus dari pusat tentang pengamanan napiter dan kita langsung komunikasi dengan aparat keamanan. Kita tetap menjaga stabilitas keamanan di dalam Lapas,” tandas dia. (tea/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...