Penjual Gadis Asal Sumbermanjing Dibekuk

 
MALANG - Upaya Polres Malang memburu dua pelaku trafficking membuahkan hasil. Kemarin dua wanita yang 'menjual' dua gadis asal Kecamatan Sumbermanjing Wetan, dengan dipekerjakan sebagai Lady Companion (LC) di Papua berhasil dibekuk. Mereka ditangkap di rumahnya masing-masing. 
"Benar dua pelaku trafficking sudah ditangkap. Sekarang masih proses pemeriksaan," ungkap salah satu petugas kepada Malang Post. 
Dua pelaku trafficking tersebut, masing-masing berinisial SRG, warga Kecamatan Dampit. Dia ini yang merekrut kedua korban asal Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Dan LA, warga Kecamatan Sumbermanjing Wetan, yang berdomisili di Papua. 
LA, diketahui sebagai pemilik cafe yang mempekerjakan kedua korban. Korban sebut saja Maria dan Sinta, dipekerjakan sebagai pemandu lagu atau purel. Kedua korban juga diminta untuk melayani tamunya, usai menemani bernyanyi. 
KBO Reskrim Polres Malang, Iptu Rudi Kuswoyo, dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan dua pelaku trafficking. Polisi masih memeriksa dan mendalami peran masing-masing pelaku. Sebab kemungkinan ada korban lain selain kedua korban Maria dan Sinta. 
"Kedua pelaku masih dimintai keterangan oleh penyidik Reskrim dari Papua. Karena di Papua juga ada laporan terkait trafficking tersebut," ujar Rudi Kuswoyo. 
Sekadar diketahui, sua remaja asal Kabupaten Malang, menjadi korban trafficking. Sebut saja namanya Maria dan Sinta. Mereka 'dijual' oleh seseorang untuk dijadikan Lady Companion (LC) pada salah satu tempat karaoke di Papua. 
Minggu (6/5) lalu, keduanya berhasil diselamatkan oleh Satreskrim Polres Malang, dengan menjemput langsung ke Papua. Senin (7/5) malam, keduanya sudah tiba di Malang dan langsung diantarkan pulang ke rumahnya di Kecamatan Sumbermanjing Wetan. 
Kedua korban dijadikan Purel di Papua, setelah dibawa oleh seseorang. Semula mereka ditawari untuk  bekerja sebagai pelayan cafe. Mereka yang ingin mengadu nasib akhirnya berangkat. 
Namun bukannya menjadi pelayan cafe seperti yang dijanjikan. Sebaliknya malah justru dijadikan sebagai LC. Mereka diminta untuk menemani para tamu yang datang ke tempat karaoke. (agp/jon/mar)

Berita Lainnya :