Berkedok Jual Abate, Ibu dan Anak Mencuri

 
MALANG - Jalan Joyo Pranoto, Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, kemarin, geger. Satu orang ibu-ibu dengan anak laki-lakinya diduga melakukan pencurian ponsel. Bahkan, kedua pelaku tersebut kerap berkeliaran di kawasan Kecamatan Lowokwaru dan berkedok menawari bubuk obat nyamuk (Abate). 
Berdasarkan informasi yang dihimpun, salah seorang korban, Linda Fita, 25 tahun,  beralamat di Jalan Joyo Pranoto. Korban ditawari membeli Abate oleh seorang ibu-ibu yang memakai kerudung. Ketika hendak mengambil uang, ponsel milik korban ditinggal di meja ruang tamu. 
Pelaku berinisial S, warga bululawang ini kemudian mengambil ponsel yang ada di meja dan diberikan kepada seorang laki-laki, yang diduga adalah anaknya. Setelah itu, mereka berusaha kabur.  Namun, aksi keduanya segera diketahui korban dan warga sekitar. 
Diduga pelaku kerap beraksi di kawasan Jalan Merjosari, Jalan Letjen Sutoyo, sekitaran Jalan Kemantren dan sekitarnya. Modusnya sama, yakni menawarkan bubuk Abate. Pelaku memaksa korban untuk membeli bubuk Abate dengan harga yang sangat tinggi, 10 bungkus, dihargai sekitar Rp 45 ribu dan wajib untuk membeli.
Bahkan, pelaku mengaku dari pihak Dinas Kesehatan Kota Malang yang diberi mandat untuk penjualan Abate. Ketika ditanya warga, ia mengaku sudah mendapat izin dari RT/RW setempat untuk melakukan penjualan tersebut.
Ketika ada warga yang menolak, ia langsung pasang muka jutek dan pergi meninggalkan korban dengan mata melotot. Terkait penangkapan pelaku, Kapolsek Lowokwaru, Kompol Pujiono membenarkan. Namun, pihaknya masih belum memberikan keterangan secara jelas dan lengkap.
“Benar, kami menangkap ibu-ibu yang diduga melakukan pencurian," kata dia.
"Dari tangan pelaku, kami amankan satu unit ponsel merek Sony berwarna hitam," kata dia. 
Setelah berhasil mendapatkan ponsel dan uang, pelaku kemudian pergi meninggalkan rumah. Korban yang menyadari ponselnya hilang, langsung mengejar pelaku. Kemudian pelaku berhasil tertangkap dan diserahkan ke Polsek Lowokwaru.
"Kami masih melakukan penyelidikan dan pengembangan terhadap kasus ini," tandas dia. (tea/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :