Bacok Polisi, Sopir Ditembak Mati

 
MALANG - Dorr...!!! Satu peluru bersarang di dada Hermanto, Jumat (11/5) siang. Polisi menembak mati warga Jalan Raya Dermo, Kecamatan Dau ini, karena berusaha melawan ketika akan ditangkap. Pria berusia 44 tahun ini, adalah DPO kasus penggelapan truk. 
Hermanto ditembak mati ketika akan ditangkap di wilayah Kecamatan Turen. Tim Buser Polres Malang, terpaksa mengambil tindakan tegas karena Hermanto melawan. Ia menyerang petugas dengan menggunakan senjata tajam (sajam). 
Akibat serangan itu, seorang petugas yakni Brigadir Sugeng, mengalami luka bacok pada tangannya karena menangkis serangan pelaku. Karena lukanya cukup serius, petugas langsung dilarikan ke klinik di Kepanjen. Sedangkan jenazah Hermanto, langsung dibawa ke kamar mayat RSSA Malang. 
"Ada anggota yang terluka akibat senjata tajam pelaku," ujar KBO Reskrim Polres Malang, Iptu Rudi Kuswoyo, ketika ditemui di kamar mayat RSSA Malang. 
Informasi yang diperoleh Malang Post, Hermanto merupakan pelaku penggelapan truk. Namanya sudah lama dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO). Korban penggelapan truk yang melapor ke Polres Malang diperkirakan lebih dari tiga orang. 
"Korban penggelapan yang laporan banyak. Selama ini memang sudah lama menjadi DPO dan diburu kemana-mana," ungkap salah satu petugas kepada Malang Post. 
Selain kasus penggelapan truk, Hermanto yang diketahui bekerja sebagai sopir ini, juga terlibat kasus pencurian truk di wilayah Mojokerto. 
"Dia juga pelaku curanmor. Di Mojokerto juga menjadi DPO kasus pencurian truk," tuturnya. 
Setelah lama diburu, kemarin siang petugas mendapat informasi bahwa Hermanto berada di wilayah Kecamatan Turen. Petugas pun segera merapat untuk melakukan penangkapan. Namun ketika akan dibekuk, Hermanto justru melawan petugas dengan senjata tajam.
Ia menyerang dan melukai seorang anggota. Petugas lainnya yang melihat langsung mengambil tindakan dengan memberi tembakan peringatan. Karena tidak dihiraukan dan terus melawan, terpaksa petugas mengarahkan tembakan ke tubuhnya. 
Sekali tembak, tubuh Hermanto langsung tersungkur. Untuk menyelamatkannya, petugas langsung membawanya ke RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Tetapi dalam perjalanan nyawanya sudah tidak tertolong. Hingga tadi malam, jenazahnya masih di RSSA Malang dan beberapa petugas Polres Malang melakukan penjagaan. (agp/jon/mar)

Berita Lainnya :

loading...