Mayat Villa Sengkaling Bikin Heboh

 
MALANG – Sesosok mayat ditemukan di kawasan Villa Sengkaling Dau Kabupaten Malang siang kemarin. Penemuan mayat tersebut menggegerkan warga. Pasalnya, masyarakat sekitar mengenal pria itu sebagai Eddy Riswanto, 68, seorang duda yang tinggal seorang diri di rumah tersebut.
Jenazahnya ditemukan dalam kondisi sudah membusuk. Dari keterangan yang dihimpun, Eddy memang hidup sendirian tanpa sanak famili di rumah Villa Sengkaling. Namun, tiap minggu, anaknya selalu datang untuk menjenguk sang ayah. Eddy sudah hidup sebagai duda bertahun-tahun lamanya.
Sabtu siang kemarin, sekitar pukul 12.00 WIB salah satu anak korban hendak mengunjungi ayahnya seperti biasa. Anehnya, kali ini dia tidak menerima jawaban ketika mengetuk pintu rumah tersebut. Dia langsung mendobrak pintu rumah yang ditinggali oleh Eddy. Begitu pintu terbuka, bau busuk menyeruak ke udara.
Secepat kilat, anak korban berlari ke dalam kamar dan melihat ayahnya sudah tak bernyawa dengan kondisi tubuh menghitam. Sugeng, salah satu warga mengatakan bahwa masyarakat mendengar teriakan minta tolong dari dalam rumah tersebut.
“Begitu kami datang dan melihat jenazah korban, kami lapor polisi,” ujarnya.
Tak lama kemudian petugas Polsek Dau datang ke lokasi dan melakukan olah TKP serta identifikasi. Dari keterangan para saksi di lingkungan sekitar rumah, korban sudah tidak terlihat melakukan rutinitasnya selama satu minggu. Biasanya, warga masih melihat korban jalan-jalan di sekitar perumahan.
Menurut warga, pria tersebut juga tergolong pendiam. Sehingga, masyarakat jarang berkomunikasi dengan korban. Menurut keterangan Kaposek Dau, Kompol Endro Sujiat, korban diduga kuat meninggal karena sakit. Selain itu, dia telah meninggal minimal dua sampai tiga hari yang lalu.
Tidak heran, kondisi tubuhnya telah menghitam dan mengeluarkan bau. Menurut Endro, polisi menemukan fakta bahwa kematiannya wajar. Karena, polisi tak menemukan bekas kekerasan di tubuh korban. Lalu, barang di rumah tidak ada yang hilang.
“Selain itu pintu rumah juga harus didobrak dulu agar saksi bisa masuk, sebagai bukti bahwa rumah dikunci dari dalam. Diduga kuat, meninggal wajar,” jelas Endro.
Menurut Endro, pihak keluarga tidak menghendaki adanya otopsi, dan menerima kematian korban secara ikhlas. Pernyataan penolakan otopsi tersebut dituangkan dalam surat bermeterai. Jenazah korban dibawa ke KM RSSA Malang untuk menjalani visum luar, sebelum dikebumikan. (fin/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :