Tragis, Pembunuh GOR Bimasakti Tewas Membusuk

 
MALANG – Tragis, begitulah akhir hidup dari Sumeleh Iman Santosa, 65, penghuni kos Jalan Gempol Marga Bhakti, Sukun, Kota Malang. Pria yang tahun 2013 lalu membunuh istrinya bernama Pianah di GOR Bimasakti Jalan S Supriadi Sukun, ditemukan membusuk dan dikelilingi belatung di dalam kamar kos pada Sabtu (12/5) pagi.
Dari keterangan yang dihimpun, Sumeleh belum lama keluar dari kurungan setelah menjalani hukuman 4 tahun 6 bulan akibat terbukti bersalah membunuh istrinya. Setelah keluar dari penjara, pensiunan pegawai BUMN itu tidak lagi hidup di Jalan S Supriadi gang 9, tempatnya dulu pernah berumah tangga dengan istrinya.
Dia hidup sendirian di rumah kos Jalan Gempol Marga Bhakti, dengan kamar mandi dalam, dapur dan satu kamar tidur. Sejak saat itu pula, kabar pembunuh GOR Ken Arok tak terdengar. Pagi kemarin, sekitar pukul 09.50 WIB, Polres Makota menerima laporan bahwa ada penemuan mayat di Sukun.
Setelah meluncurkan petugas ke lapangan, tim Inafis Polres Makota langsung disambut dengan bau menyengat yang menjadi pintu masuk ditemukannya Sumeleh. Bau menyengat ini, dikombinasikan dengan pemandangan tubuh korban yang menghitam. Beberapa bagian tubuhnya sudah ditumbuhi belatung.
Dari keterangan kepada petugas, saksi pertama yang menemukan mayat ini adalah Markasim, pemilik rumah kos. Sumeleh sudah tidak terlihat selama beberapa hari. Sekitar pukul 09.00 WIB pagi kemarin, Markasim mencium sekilas bau yang agak busuk dari arah kamar yang ditinggali oleh Sumeleh.
Saat pintu kamar dibuka, perut Markasim seperti diaduk-aduk. Karena, jenazah Sumeleh sudah berbau. Dari hasil identifikasi dan pemeriksaan polisi, jenazah tersebut minimal berusia 3 hari, apabila melihat penghitaman tubuh serta bau yang menyengat.
Setelah diidentifikasi, jenazahnya langsung dilarikan ke KM RSSA Malang. Kasubbag Humas Polres Makota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni mengatakan tidak ada tanda-tanda kekerasan dari tubuh korban. 
“Dari hasil lidik, korban meninggal secara alami karena penyakit. Tak ada tanda-tanda kekerasan,” terang Marhaeni. 
Sumeleh yang dikenal sebagai pembunuh GOR Ken Arok, menghabisi nyawa istri yang dinikahinya selama 22 tahun. Istrinya selingkuh dengan pria lain karena Sumeleh sering berpergian ke luar kota sesuai dengan tugas kedinasannya.
Tak terima diselingkuhi, pada 7 November 2013, pagi pukul 06.45 WIB, Sumeleh menghujamkan pisau berukuran 28 sentimeter secara berulang-ulang menembus tubuh istrinya. Dia dituntut 7 tahun, dan diputus 4 tahun 6 bulan. (fin/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :