Pembacok Polisi Juga TO Polda

 
MALANG – Hermanto, 44 tahun, pelaku pembacokan terhadap polisi yang ditembak mati Tim Buser Polres Malang, Jumat siang lalu, ternyata pelaku kawakan. Warga Jalan Raya Dermo, Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau ini, tidak hanya menjadi DPO Polres Malang, tetapi juga merupakan target operasi (TO) Polda Jawa Timur.
Demikian disampaikan Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda, dini hari kemarin ketika ditemui di Kamar Mayat RSSA Malang.  “Dia juga DPO Polda Jatim. Sebulan lalu, Unit Jatanras Polda Jatim juga sempat mendatangi rumahnya di Kecamatan Dau. Pihak keluarga, juga membenarkan soal itu,” ungkap Adrian Wimbarda.
Selain Polda Jatim yang sedang memburunya, beberapa Polres di Jawa Timur juga sedang memburu Hermanto. Seperti Polres Sidoarjo dan Polres Mojokerto, yang ikut memburu karena ada catatan kejahatan Hermanto yang dilakukan di wilayah tersebut.
“Di Polres Malang, kami menetapkannya sebagai DPO sejak tiga bulan lalu. Setelah ada tiga laporan penggelapan dan pencurian truk tronton. Dengan laporan kejahatan di Sidoarjo, tercatat ada delapan truk tronton yang dicuri oleh tersangka Hermanto ini,” jelasnya.
Kendati Hermanto sudah tutup usia setelah ditembak mati petugas karena melawan ketika akan ditangkap, polisi tidak berhenti untuk mengembangkan kasusnya. Selain mencari barang bukti kendaraan truk, kini polisi juga memburu jaringannya. Ada indikasi, Hermanto merupakan jaringan pencurian truk dan bajing loncat antar kota.
“Kami masih terus mengembangkan kasusnya, karena indikasi ada pelaku lain. Hermanto ini kami pastikan adalah pelaku kawakan yang memiliki jaringan antar kota,” ujarnya.Modus kejahatan yang dilakukan Hermanto ini, dikatakannya sangat beragam. Selain menggelapkan truk tronton, dengan berpura-pura bahwa truk tronton yang dipinjamnya hilang, ia juga pelaku pencurian dengan modus menggandakan kunci kontak. Termasuk juga pelaku bajing loncat.
“Di Kabupaten Malang ada TKP bajing loncat yang dilakukan oleh tersangka Hermanto, yakni di wilayah Kecamatan Turen. Ia merampas kendaraan truk, kemudian sopir truknya dibuang,” tuturnya.
Sementara, penangkapan Hermanto ini, Jumat siang lalu berawal dari informasi yang didapat petugas, bahwa tersangka sedang berada di rumah istri sirinya di wilayah Desa Talangagung, Kecamatan Kepanjen. Petugas yang tidak ingin lolos, langsung mengepung rumah istri sirinya. Begitu akan digrebek, Hermanto kabur lewat jendela belakang.
Petugas yang sudah mengepung, berusaha menangkapnya. Namun pelaku melawan dengan menyabetkan senjata tajam jenis celurit. Aipda Agus, anggota Buser Polres Malang pun terluka akibat sabetan sajam. Petugas lainnya yang mengetahui langsung mengambil tindakan tegas dengan menembaknya.
“Tembakan tegas dilakukan oleh anggota karena pelaku melawan saat akan ditangkap. Karena membahayakan keselamatan, anggota langsung mengambil tembakan. Hanya sekali tembakan mengenai punggung hingga pelaku meninggal dunia,” tegasnya.(agp/jon/mar) 

Berita Lainnya :

loading...