Siswi SMP Dihajar Begal

 
MALANG – Aksi begal di tapal batas Kota Malang kembali mengganas. Seorang remaja putri, Nabila Winova, 14, siswi SMPN 12 Malang Kota Malang, ditendang pelaku begal di bagian mulutnya. Akibatnya, bibirnya bengkak dan mengeluarkan darah. Selain itu, motor beserta uang dan HP milik korban diminta paksa pelaku, sebelum mengambil langkah seribu.
Nabila sendiri langsung dilarikan ke RS Aisyiah. Peristiwa ini terjadi pada hari Jumat (11/5) sekitar pukul 18.30. Nabila dibonceng oleh ibunya yang bekerja di kawasan Blimbing untuk menuju rumah di Kecamatan Tajinan. Setelah tiba di kawasan Jalan Raya Tlogowaru, Malang, motornya dipepet pengendara sepeda motor Honda Beat warna putih.
Pengendaranya berjumlah dua orang. Setelah menghentikan motor yang dikendarai korban, salah satu pelaku menendang Nabila hingga mulut gadis cantik itu terluka. Tanpa banyak kata, para pelaku mengambil sepeda motor, uang beserta HP yang terletak di dalam dompet. Nabila yang ketakutan berteriak maling.
Namun, karena lokasi jalan tersebut terhitung sepi, pelaku berhasil kabur tanpa ada yang mengejar. Pelaku melarikan diri ke arah Tajinan. Setelah menjadi korban, Nabila menelepon ayahnya yang datang tak lama setelah mendapatkan kabar. Nabila dilarikan ke RS Aisyiyah, Jalan Sulawesi Jumat malam lalu. Nofian, ayah korban mengatakan, kondisi anaknya sehat-sehat saja.
“Hanya luka lebam di bibir karena ditendang oleh pelaku,” kata Nofian kepada Malang Post ditemui di kediamannya di Jalan Prenjak Sukun.  Setelah dirawat di UGD, Nabila dipersilakan pulang oleh dokter jaga. Nabila saat ini sedang dirawat oleh ayahnya di rumah. 
Ayah korban juga menuturkan, pihak keluarga tidak melaporkan peristiwa kejahatan ini kepada polisi. Pihak keluarga mengaku mengikhlaskan kendaraan sepeda motor, uang maupun harta benda lain yang digondol oleh pelaku begal.
Meski demikian, Nofian tetap membuat laporan kehilangan HP ke Polsek Kedungkandang. Pasalnya, materi ujian Nabila ada di handphone tersebut. Laporan kehilangan ini akan diserahkan kepada pihak sekolah sebagai bukti HP Nabila memang telah hilang dan tidak mengada-ada.
“Keluarga ikhlaskan apa yang telah diambil oleh pelaku. Yang penting keluarga saya selamat. Kami hanya laporan kehilangan handphone anak saya, materi ujiannya ada di dalam handphone tersebut, buat laporan ke pihak sekolah,” tambahnya. 
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Makota, AKP Ambuka Yudha Hardi Putra yang dikonfirmasi sebelumnya, memberi perintah tembak di tempat bagi pelaku begal yang berani melawan saat ditangkap.
“Pelaku begal yang berani melawan dan bahkan menyerang petugas saat hendak ditangkap, tembak mati!,” pekik Ambuka saat dikonfirmasi Malang Post kemarin di Mapolres Makota. 
Dia mengimbau kepada korban tindak kejahatan begal untuk melapor. Sebagai imbauan, Ambuka meminta warga Kota Malang, untuk tidak berkendara sendirian di malam hari, terutama wanita. Sebab, selama ini korban begal didominasi oleh kaum hawa.
“Jangan sampai mengendarai motor sendirian saat malam, terutama wanita. Hindari jalan rawan, lebih baik memutar. Kami sendiri terus menggalakkan patroli malam dan sore hari,” tambahnya. (fin/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...