Siap Gelar Operasi Tempat Hiburan

 
MALANG – Polres Makota menutup operasi Tumpas Narkoba dengan pemusnahan sekitar 4231 botol miras, siang kemarin. Tokoh agama, tokoh masyarakat bersama jajaran pemerintahan, menyaksikan proses pelindasan ribuan botol miras berbagai merek tersebut. Satu buah alat pelindas menghancurkan ribuan botol yang berisi minol dengan variasi kadar alkohol.
Kapolres Makota, AKBP Asfuri mengatakan penghancuran ribuan botol miras digelar setelah jajaran Polres Makota melakukan razia selama kurang lebih 3 minggu terakhir. 
“Barang bukti berupa miras yang dihancurkan ini, adalah sitaan petugas polisi Makota selama hampir sebulan dari lima Polsek dan Satresnarkoba,” jelas Asfuri kepada wartawan usai pemusnahan miras, kemarin.
Rinciannya, selama pertengahan April sampai awal Mei 2018, jajaran Polres Malang Kota menyita sekitar 3304 botol miras berbagai jenis dan merek. Sedangkan, jajaran Polsek di lima kecamatan merazia sekitar 927 botol miras dari berbagai lokasi.
Jenis miras yang disita adalah minol golongan A, B, C dan miras lokal yaitu arak jawa. Menurut Asfuri, sesuai dengan perda Kota Malang nomor 5 tahun 2006 tentang pengawasan pengendalian pelarangan menjual minuman alkohol, para tersangka penjual dikenai tipiring. 
“Jumlah tersangka dalam operasi miras ini sekitar 179 orang,” tambah mantan Kabag Ops Polres Metro Jakarta Pusat itu.
Asfuri melanjutkan, operasi dadakan untuk menyisir pelaku peredaran narkoba tetap dilakukan hingga ramadan tiba. Setelah memasuki bulan puasa, Polres Makota siap melaksanakan operasi lain yang akan memastikan tempat-tempat hiburan tertentu seperti pub, klub malam dan diskotik, tidak beroperasi.
“Nanti saat ramadan kita juga akan pantau tempat hiburan malam tertentu agar tidak beroperasi. Sebelumnya kita sudah kumpulkan dan koordinasi di Polres Makota. Kami harap semua pengelola tempat hiburan malam bisa bekerjasama, dan sama-sama menghormati bulan puasa,” tambahnya.
Kepala Bakesbangpol Kota Malang, Indri Ardoyo mengatakan tempat hiburan atau tempat jasa yang buka selama puasa, sudah memiliki spesifikasi tertentu.
“Misalnya saja, panti pijat tuna netra, pijat refleksi dan kafe biasa, itu bisa tetap buka,” tutup Indri. (fin/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :