Jarang Pulang, Sebulan yang Lalu Dicari Polda

 
MALANG - Sepak terjang Hermanto, pelaku pembacokan terhadap anggota tim Buser Polres Malang, Aipda Agus di dunia kejahatan ternyata sudah cukup lama. Di lingkungan keluarga, pria berusia 44 tahun tersebut, memang dikenal nakal dan suka membuat ulah. Termasuk di lingkungan tempat tinggalnya Jalan Raya Dermo, Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Hermanto memang sangat meresahkan.
“Kalau nakalnya memang sejak kecil. Keluarga juga sudah tidak mempedulikan lagi, memang kelakuannya yang sudah seperti itu,” ungkap Bowo, paman korban ketika ditemui di Kamar Mayat RSSA Malang, dini hari kemarin.
Hermanto, memang berasal dari Jalan Raya Dermo, Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau. Ia merupakan anak tunggal Suyoto, yang kini tinggal di Probolinggo. Ibunya sudah lama meninggal dunia.
“Bahkan, ketika ibunya meninggal dunia dulu, Hermanto tidak dating, padahal sudah diberitahu,” tutur Bowo.
Selama ini, Hermanto tidak pernah pulang ke tempat asalnya. Ketika pulang hanya sekadar mampir saja, setelah itu langsung pergi lagi. Keluarga sama sekali tidak tahu dimana selama ini dia tinggal. Menurut Bowo, Hermanto merupakan ulat kampung.
Di tempat tinggalnya dia memang sering membuat ulah. Sudah banyak teman-temannya yang menjadi korbannya.  
“Kalau korbannya banyak di kampung. Kebanyakan yang menjadi korban adalah temannya, makanya dia tidak berani pulang,” sembari mengatakan bahwa bulan April lalu, ada petugas dari Polda Jawa Timur yang mencari Hermanto ke rumahnya.
Dikatakannya, sebelum ditembak mati oleh anggota Tim Buser Polres Malang, Hermanto pernah menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Lowokwaru. Ia ditahan karena kasus penggelapan mobil rental.  
Sementara itu, jenazah Hermanto sudah dilakukan otopsi. Usai menjalani otopsi, jenazah dibawa pulang ke rumah Bowo untuk dimakamkan. 
“Ayahnya yang di Probolinggo, menyerahkan jenazahnya ke kami untuk dimakamkan di Dau,” katanya. (agp/jon/mar)

Berita Lainnya :

loading...