Temperamental dan Selingkuh

 
DIAM bukan berarti mengalah dan pasrah dengan keadaan. Tetapi adalah awal dari puncak kemarahan. Hal itulah yang dilakukan oleh Amel, warga Kecamatan Tajinan. Selama hampir setahun berdiam diri, akhirnya Amel yang tak tahan dengan apa yang dialaminya, memilih untuk menggugat cerai Ronald, suaminya.
Amel, terpaksa mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama (PA) Kepanjen, karena mengaku sudah tidak ada pilihan lagi. Ia mengatakan tidak ingin semakin tersiksa batinnya, jika hanya berdiam dan bertahan. Dengan menggugat cerai Ronald, ia ingin membuktikan bahwa dirinya bisa hidup tanpa Ronald.
“Keputusan bercerai itu, sudah menjadi pilihan bulat saya. Sudah tidak mungkin lagi, saya bertahan dengan pria yang suka main kasar dan merendahkan wanita,” ungkap Amel dengan nada tegas.
Ronald dan Amel ini, adalah pasangan suami istri yang sah. Mereka menikah sejak tahun 2011 lalu. Selama hampir tujuh tahun menikah, mereka tinggal di sebuah rumah kontrakan. Amel mau dinikahi oleh Ronald, karena sangat mencintainya.
Sebelumnya Amel, menganggap bahwa Ronald adalah pria yang baik dan bertanggungjawab. Namun kenyataannya, justru tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Ronald ternyata adalah pria yang temperamental. Ia juga suka merendahkan derajat wanita, sekali istrinya sendiri.
Selama ini, Amel yang merasa tertekan hanya diam saja. Ia tidak berani berontak karena takut. Apalagi, sebelumnya Ronald juga pernah mengancam akan melakukan perbuatan lebih kejam, jika Amel berontak. 
“Kalau masalah ekonomi, selama ini memang tercukupi. Semua kebutuhan selalu dicukupi. Tetapi sikap tempramentalnya yang membuat saya tidak tahan. Karena sering main tangan ketika marah,” tutur Amel.
Bahkan selama setahun belakangan, selain masih bersikap temperamental, Ronald juga secara terang-terangan selingkuh dengan wanita lain. Amel yang akhirnya tidak tahan dengan sikapnya itu, memilih berontak. Ia mengadukan semuanya kepada orangtua, hingga akhirnya memutuskan untuk menggugat cerai. (agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...