Hasil Tes Urine Kades Tegalrejo Positif SS

 
MALANG - Kepala Desa Tegalrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Ari Ismanto, sepertinya akan menjalani hukuman cukup lama. Selain terjerat kasus korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2015, kemungkinan juga dijerat dengan Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. 
Ari Ismanto sendiri, ditahan di Polres Malang sejak Sabtu malam lalu.  Dari pengembangan pemeriksaan, diketahui bahwa Ari positif mengkonsumi narkotika. Hasil tes urine, yang dilakukan penyidik terdeteksi bahwa Ari pengguna narkoba jenis sabu-sabu (SS). 
"Dari hasil tes urine, kami ketahui kalau dia (Ari Ismanto, red) ternyata positif juga mengkonsumsi narkotika sabu-sabu," ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda. 
Dilanjutkan Adrian, terkait dengan hasil tes urine tersebut Ari memang mengakui. Namun Ari mengatakan, kalau dirinya mengkonsumsi sabu-sabu sejak lama karena hanya coba-coba saja. Tetapi untuk membuktikan keterangan, polisi masih terus mendalaminya. 
"Kandungan sabu-sabu dalam tubuh manusia itu akan hilang dalam jangka waktu dua sampai tiga minggu. Jadi tidak mungkin kalau dia mengatakan mengkonsumsi sabu-sabu itu sudah lama sekali. Karenanya kami masih akan terus mengembangkan kasusnya," jelasnya. 
Sekadar diketahui, Ari Ismanto ditahan di Polres Malang sejak Sabtu malam lalu. Setelah penyidik Satreskrim Polres Malang, menetapkannya sebagai tersangka terkait dugaan penyelewengan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2015, yang merugikan negara sebesar Rp 150 juta.
Penetapan tersangka Ari Ismanto ini, setelah Unit Tipidkor Satreskrim Polres Malang, melakukan penyelidikan panjang. Penyidik sebelumnya telah meminta keterangan terhadap sebelas orang saksi. Selain saksi warga, juga ada saksi dari pihak perangkat Desa Tegalrejo.
Penyidikan kasus dugaan korupsi ini, setelah polisi ‘mencium’ adanya penyelewengan anggara ADD pada tahun 2015. Anggaran sekitar Rp 150 juta, yang semestinya diperuntukkan untuk pembelian mobil kesehatan ambulance, namun oleh Ari Ismanto justru dibelikan sebuah mobil Honda Jazz.
Dari informasi itu, polisi kemudian menindaklanjuti. Begitu memang ada dugaan penyimpangan, petugas langsung mengamankan mobil Honda Jazz untuk dijadikan sebagai barang bukti.
Sementara itu, selain terjerat dugaan penyimpangan anggaran ADD, Ari Ismanto sebelumnya juga menjadi terdakwa dugaan penyerobotan lahan PTPN XII Kebun Pancursari. Kasus tersebut masih dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Kepanjen. Sekarang ini, kasusnya sedang menunggu putusan saja.
Ari Ismanto, menjadi terdakwa karena dianggap menduduki, menguasai dan menggarap lahan seluas 177 hektare lebih dengan cara illegal mulai Januari 2016 sampai Oktober 2017. Lahan tersebut ditanami tebu dan ketela pohon. 
Padahal untuk mengerjakan lahan milik PTPN XII tersebut, harus ada kerjasa sama usaha (KSU) antara terdakwa dengan PTPN XII yang berkedudukan di Surabaya, melalui pengelolaan PTPN XII Kebun Pancursari, Sumbermanjing Wetan.
Selain itu, Ari juga didakwa tidak menghiraukan upaya penyelesaian secara baik-baik. Serta dianggap menggarap lahan milik PTPN XII secara illegal. Ari dijerat pasal 107 huruf a jo pasal 55 huruf a UU RI nomor 39 tahun 2014 tentang perkebunan. (agp/jon/mar)

Berita Lainnya :

loading...