Ratusan Botol Miras Dimusnahkan

 
BATU - Polres Batu bersama-sama TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan elemen masyarakat Kota Batu melakukan pemusnahan miras, Senin (14/5). Sebanyak 560 botol minuman haram itu dimusnahkan di halaman Mapolres Batu. 
Ratusan botol miras tersebut merupakan hasil Operasi Cipta Kondisi yang dilakukan Polres Batu yang ada di wilayah hukum Polres Batu sebagai upaya cipta kondisi menyambut datangnya bulan suci Ramadan.
Ratusan miras ilegal yang berhasil diamankan di dapat dari warung, toko hingga tempat hiburan malam yang tidak memiliki ijin memperjual belikan miras. 
“Miras yang kita musnakan ini merupakan akar penyakit masyarakat. Karena bisa merubah karakter masyarakat untuk melakukan tindak kejahatan,” ujar Kabag Ops Polres Batu, Kompol Zain Mawardi kepada wartawan.
Ia menjelaskan, dalam operasi yang telah dilaksanakan sejak tanggal 5 Mei itu bertujuan untuk menertibkan berbagai miras yang tidak berijin. Selain itu, operasi tidak hanya dilaksanakan menjelang Ramadhan saja, tetapi juga akan dilanjutkan dengan Operasi Ketupat Semeru 2018. Operasi Ketupat Semeru nantinya akan banyak pengamanan agar tercipta keamanan dan ketertiban.
"Sebelum dilakukan pemusnahan miras, kami telah melaksanakan rapat koordinasi terkait pengamanan selama bulan Ramadan,” kata dia. 
“Beberapa diantaranya seperti antisipasi titik kemacetan arus lalu lintas, operasi pasar agar tidak terjadi kelangkaan bahan pokok hingga peraturan tentang tempat hiburan malam di Kota Batu," beber Mawardi.
Di tempat terpisah, terkait dengan penutupan tempat hiburan, juga telah ditegaskan Wali Kota Batu, Dra. Dewanti Rumpoko M.Si akan ada regulasi terkait penutupan tempat hiburan. 
"Saya minta tempat-tempat hiburan malam tidak dibuka selama bulan puasa dengan tujuan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terkendali," tegasnya.
Kepala daerah yang akrab disapa Bude ini juga menambahkan jika pihaknya telah membuat edaran peraturan tersebut. Namun untuk teknis terkait sanksi bagi tempat hiburan yang tetap beroperasi saat bulan Ramadan pihaknya akan segera melakukan rapat koordinasi kembali.
"Saya baru melemparkan keinginan. Tapi untuk teknisnya belum kita rapatkan kembali. Sehingga untuk sanksi yang akan diberikan masih belum tahu," pungkasnya. (eri/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :