Bocah SD Jadi Korban Sartok

 
MALANG – Sekelompok anak SD menjadi korban sartok, istilah Malang untuk pemalakan atau pemerasan di kawasan Jalan Letjen S Parman, depan Plasa Telkom. Sekelompok pelaku pemerasan yang merupakan orang dewasa, mengambil HP milik korban. Modusnya pun cukup klasik, korban dituduh memukul dan mengambil HP  dari adik pelaku. 
Dari keterangan yang dihimpun, korban bernama Faldi, 11, warga Glintung, Kecamatan Blimbing. Pada Sabtu 12 Mei 2018 lalu, sekitar pukul 20.30 WIB, Faldi bersama teman-temannya berjalan-jalan di kawasan Plasa Telkom. Saat melintas di kawasan itu, Faldi dicegat oleh sekelompok orang.
Mereka langsung menuduh Faldi dan kawan-kawannya, telah memukul dan mengambil HP milik adik salah satu pelaku. Dengan nada intimidasi, para pelaku meminta HP dari korban, dengan alasan sebagai jaminan. Mereka berdalih akan membawa HP korban untuk pergi mengkonfirmasi apakah smartphone Oppo A37F itu milik adik pelaku.
Karena ketakutan, korban dengan polos menyerahkan HP tersebut kepada para pelaku, yang akhirnya kabur. Dari keterangan korban, ada dua pelaku yang memiliki ciri-ciri spesifik.  Pelaku pertama memakai jaket merah dan berbadan gendut. Sedangkan, pelaku lain memakai jaket Nike, memakai topi Vegvisix, berambut panjang, dengan alis yang dikerok dan berbadan tinggi. 
Kakak keponakan korban, Albert Danias yang dikonfirmasi Malang Post, membenarkan bahwa korban melapor ke Polres Makota setelah postingan soal aksi sartok di kawasan Blimbing, ditanggapi oleh Sat Sabhara Polres Makota via Facebook.“Insyaallah kami laporan,” terang Albert.
Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Makota, Ipda Ni Made Seruni menegaskan bahwa peristiwa kejahatan yang dialami oleh korban, sebaiknya dilaporkan kepada kantor polisi terdekat. Dengan melapor, polisi bisa melakukan tindak lanjut berupa penyelidikan.
“Tetap harus laporan, karena bagaimana kita bisa melakukan penyelidikan kalau tidak ada laporan. Dengan penyelidikan, kejahatan bisa terungkap. Kami mengimbau pula, masyarakat untuk selalu waspada, hati-hati,” tandas Marhaeni. (fin/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...