Rekontruksi di Gondanglegi dan Bongkar Makam di Pakisaji

 
MALANG – Jika tidak ada halangan lagi, dalam minggu ini Polres Malang akan menggelar rekontruksi kasus pembunuhan yang menewaskan Hj. Siti Khotijah, warga Jalan Kenanga, Dusun Krajan, Desa Putat Lor, Gondanglegi. Reka adegan ini, untuk melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kepanjen.
“Rekonstruksi itu, harus segera dilakukan. Mungkin bisa dalam minggu ini,” ujar KBO Satreskrim Polres Malang, Iptu Rudi Kuswoyo, kepada Malang Post.
Reka adegan pembunuhan ini, selain untuk melengkapi berkas acara pemeriksaan (BAP), tersangka M. Rizal Aris Santoso, 20 tahun, sekaligus untuk mencocokkan keterangan tersangka dengan fakta kejadian sebenarnya.Salah satunya adalah untuk mengungkap apakah pembunuhan itu, dilakukan dengan tangan kosong atau menggunakan benda tumpul.
Tersangka M Rizal Aris Santoso, sebelumnya mengaku kalau dia membunuh hanya dengan tangan kosong. Sedangkan polisi mencurigai ada alat lain yang digunakan untuk menghabisi korban.
Ada dua pilihan tempat untuk rekonstruksi. Yaitu di TKP sekaligus rumah korban, sedangkan satu pilihan lagi dilaksanakan di Polres Malang, dengan alasan keamanan tersangka. 
“Untuk tempat, melihat kondisi jelang pelaksaan rekonstruksi,” tuturnya.
Selain rekonstruksi pembunuhan terhadap Hj. Siti Khotijah yang dilakukan oleh cicitnya sendiri, yakni M. Rizal Aris Santoso, Satreskrim Polres Malang juga segera melakukan bongkar makam dua korban pembunuhan yang dilakukan Teguh Susatya, 47, warga Desa Karangduren, Kecamatan Pakisaji. Rencana bongkar makam, juga segera dilakukan dalam minggu ini.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Tim Forensik, untuk segera mungkin melakukan bongkar makam,” ungkap Rudi Kuswoyo.
Bongkar makam ini, setelah penyelidikan kasus pembunuhan terhadap dua korban Teguh Susatya, selesai dilakukan. Usai gelar perkara hasil penyelidikan, baru kemudian dilanjutkan bongkar makam untuk keperluan otopsi.
Sekadar diketahui, selain menghabisi Donny Suprayitno alias Pak Yit,  59 tahun, warga Jalan Raya Langsep, Kota Malang, Teguh juga membunuh dua rekan kerja lainnya. Muin, warga Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir dan Sugiono, warga Kecamatan Dampit. 
Mereka berdua dihabisi dengan cara diberi minuman yang dicampur racun. Sugiono adalah korban pertama yang dibunuh pada 7 April lalu di wilayah Kecamatan Turen. Kemudian Muin, dihabisi pada 14 April lalu di wilayah Pakisaji. Sedangkan Pak Yit, pada tanggal 30 Oktober di Kota Malang.(agp/jon/mar)

Berita Lainnya :