Tindak Tegas Narapidana Setor Narkoba


MALANG - Peredaran narkoba di Kota Malang semakin merajalela. Berdasarkan hasil ungkap kasus, sebagian masih dikendalikan dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Lowokwaru Malang atau Lapas Lowokwaru.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Lowokwaru Malang, Farid Junaedi mengaku sudah memberikan tindakan tegas dan memperketat pengawasan pada Lapas tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada 9 Februari 2018 lalu kepolisian berhasil mengungkap dua jaringan pengedar narkoba yang dikendalikan bandar dari dalam lapas. Namun, putusnya komunikasi antara pengedar dengan bandar membuat kepolisian sulit melakukan ungkap.
"Yang saya tahu, narkoba itu diambil di pos. Dan kami memang pada waktu itu komunikasi dengan Polres. Tadinya saya berharap barang itu biarkan masuk saja tapi rupanya dari luar sudah ketahuan,  sehingga diambil langkah," jelas Farid.
Selain itu, Farid mengungkapkan, pihaknya terus melakukan operasi rutin untuk mencegah adanya komunikasi hingga transaksi narkoba dari dalam Lapas. Farid mengaku, pihaknya juga sudah menyediakan warung telekomunikasi (wartel) bagi narapidana yang membutuhkan komunikasi ke luar. "Kami juga melakukan pemeriksaan kamar. Ketika itu, kami mendapati ponsel dan langsung kami komunikasikan dengan pihak kepolisian," papar.
Terkait masuknya ponsel ke dalam lapas, Farid menyatakan belum menemukan titik lemah pengawasan.
"Ponsel bisa masuk dari mana saja. Padahal, ketika pengunjung datang, kami sudah perketat pengawasan. Mereka sudah digeledah badan, pakai X-ray sudah, tetapi ada keterbatasan. Tetapi tetap kami lakukan penggeledahan untuk mencegah hingga seminimal mungkin," kata dia.
Selain itu, Farid mengungkapkan, lemahnya pengawasan tersebut karena kurangnya personel pengawas. Namun dia tidak menyebut hal itu sebagai faktor utama.
Untuk diketahui, keseluruhan petugas keamanan Lapas Lowokwaru saat ini sebanyak 224 orang. Sementara jumlah napi yang ditahan ada sekitar 2.560 orang. Artinya, satu petugas keamanan bisa menjaga sekitar 111 narapidana setiap harinya. "Kurang personel hanya salah satu faktor saja," terang dia.
Farid menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih berupaya menelusuri kepemilikan dan juga penggunaan ponsel yang ditemukan di dalam Lapas.
"Kalau itu betul ada narapidana yang terlibat kepemilikan ponsel apalagi melakukan transaksi narkoba, maka harus ada penindakan lanjutan," pungkas dia.(tea/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :