Alamat KTP Terduga Teroris Kristianto Ternyata Kos Putri


Malang Post, Kristianto yang diamankan di Dusun Turirejo, Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang ternyata memiliki KTP Kota  Malang. Diketahui bahwa alamat rumah Kristianto yang tertera pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Jalan Sumbersari IV/259 B, Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.
Melalui informasi yang berhasil dihimpun tersebut, Malang Post mencoba menelusuri keberadaan rumah itu. Sesampainya di lokasi, Malang Post menemui sebuah rumah tingkat dengan cat berwarna merah dan krem. Di depan pintu, ada keterangan bahwa rumah dengan pagar berwarna hitam tersebut adalah tempat kos putri.
Saat Malang Post mengetuk pintu rumah, tak berselang lama, muncul pria bertubuh mungil berkaos putih. Sekitar dua tahunan ini, pria yang mengaku bernama Boy tersebut dipercaya menjadi penjaga tempat kos.
“Pemiliknya nggak ada di sini. Tidak pernah ke sini. Saya keponakannya. Kalau ada penghuni kos baru, saya lapor ke bos hanya via pesan singkat atau telepon,” terang dia.
Ketika ditanya lebih lanjut, dia enggan menyabutkan nama pemilik kos yang berisi sekitar 15 orang perempuan tersebut. Namun, ia menampik bahwa sang pemilik kos bernama Kristianto. “Siapa itu? Bukan itu nama pemilik kos. Beliau kerja di Abu Dhabi. Nggak tahu kerja apa,” aku dia.
Tak berhenti sampai di situ, Malang Post kemudian mendatangi rumah Ketua RW 01, Sentot Supriyadi. Pria berkacamata itu mengaku tidak pernah tahu siapa pemilik kos-kosan tersebut. “Saya masih belum tahu siapa yang punya. Belum pernah datang ke sini. Setahu saya itu kos-kosan putri,” papar dia.
Lebih lanjut, Sentot menjelaskan, rumah itu sudah pindah kepemilikan sejak lima tahun lalu dan menjadi kos-kosan. Bahkan, pindah kepemilikan rumah tersebut sudah sekitar tiga kali.  “Seingat saya, tidak pernah terdaftar warga yang memiliki nama Kristianto. Kalau dari keterangan penjanganya, kemungkinan besar memang dia tidak di sini,” kata dia.
Menurutnya, bisa jadi, Kristianto merupakan warga lama yang masih belum sempat mengurus surat pindah. Bahkan, ia menduga bahwa Kristianto bukan penduduk asli wilayah itu. “Bisa jadi anak kos yang bawa suaminya kemudian pakai alamat kami. Waktunya entah kapan. Kebanyakan yang beli rumah di kawasan sini memang orang luar dan kebanyakan hanya dibuat bisnis kos-kosan saja,” papar dia.
Sentot menambahkan, selama satu tahun sekali, pihaknya selalu rutin mengadakan pendataan warga. Namun, ia ingat betul tidak pernah ada warga yang bernama Kristianto. “Kos-kosan tersebut yang saya tahu, ya hanya penjaga laki-laki. Tidak ada penduduk baru laki-laki yang datang dan tinggal di situ,” tandas dia. (fin/tea/ica/ary/han)

Berita Lainnya :

loading...