Palsukan Tanda Tangan, Moreno Dipolisikan

 
MALANG - Ketua DPC Gerindra Kota Malang, Moreno Suprapto dipolisikan. Dia diduga memalsukan tanda tangan Didik Sulistiyono, 52, warga Jalan Ikan Piranha Malang, yang juga anggota Dewan Penasehat DPC Gerindra Kota Malang. Kasatreskrim Polres Malang Kota (Makota), AKP Ambuka Yudha Hardi Putra membenarkan saat ini polisi sudah menindaklanjuti laporan korban.  “Kita sedang lidik,” kata Ambuka, panggilannya kepada Malang Post. 
Menurut Ambuka, tahapan penyelidikan saat ini adalah proses pengumpulan keterangan dari semua saksi yang terkait dengan kasus yang dilaporkan Didik. Untuk mengumpulkan keterangan saksi, Polres Makota sudah mempersiapkan beberapa surat panggilan terhadap saksi. 
Mantan Kasatreskoba Polres Banyuwangi itu menerangkan,  kasus ini berawal dari proses perpanjangan sewa rumah di Jalan Setaman 15  Malang, milik Basuki, 73, warga Jalan Ketintang Wiyoto, Surabaya.
Dalam perjanjian pertama, sewa rumah yang menjadi kantor DPC Gerindra Kota Malang itu berakhir pada 1 Maret 2019. Namun, menurut keterangan Didik, sebuah surat perjanjian perpanjangan sewa hingga 1 Maret 2020 tiba-tiba muncul. 
Tanda tangan Didik dan Basuki, diklaim ada di surat perjanjian itu sebagai saksi dan pihak pertama. Menurut pengakuan Didik sebelumnya, Basuki maupun dirinya, tak pernah merasa melakukan tanda tangan untuk perpanjangan sewa. 
Karena merasa tanda tangannya dipalsukan, Didik melapor ke Polres Makota, Rabu (2/5). Dia diperiksa sebagai korban pada 14 Mei lalu. Ambuka mengatakan, pengaduan ini terkait dengan pasal 263 KUHP. 
Pasal tersebut berbunyi barang siapa membuat surat palsu, atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan hak, perikatan dan pembebasan utang, serta menimbulkan kerugian, dapat diancam pidana maksimal 6 tahun. Rencananya, polisi akan memanggil Basuki sebagai pemegang hak Jalan Setaman 15 Malang. (fin/mar)

Berita Lainnya :

loading...