Kejari Tahan Lima Koruptor Buku VEDC


 
MALANG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Malang kembali membuat gebrakan. Setelah mengungkap dugaan korupsi di Bidang Parkir Dishub Kota Malang, Kejari Malang mulai menangani kasus rasuah di tubuh institusi pendidikan P4TK/BOE-VEDC. 
Lima orang yang diduga terlibat dalam kasus korupsi, ditahan dan sudah menjadi penghuni sementara sel di LP Lowokwaru. Kajari Kota Malang, Amran Lakoni SH, mengakui telah menahan lima orang terkait kasus dugaan korupsi di VEDC. 
“Para tersangka dititipkan di LP Lowokwaru sejak Senin 14 Mei lalu. Penitipan ini dilakukan, untuk memudahkan penyidikan lanjutan kita,” katanya dikonfirmasi Malang Post, Kamis (17/5) kemarin.
Kajari Malang merinci, tersangka yang ditahan adalah staf internal VEDC dan satu pihak ketiga. Lima tersangka yaitu Giarta sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Yitno berperan menjadi panitia pengadaan, I Ketut sebagai tim teknis, Aziz penerima pekerjaan serta rekanan pihak ketiga bernama M Khamim.
Menurut Amran, penahanan memiliki dasar kuat. Yaitu berkas P21 yang telah dilimpahkan dari Polres Malang Kota (Makota) kepada Kejari Malang. Dia menegaskan penahanan terhadap lima orang itu, tak lepas dari korupsi pengadaan modul pelatihan guru K-13 untuk SD, SMP, SMA  tahun 2015. 
Anggaran Rp 1,053 miliar untuk pengadaan modul tersebut tidak melalui proses lelang. Selain itu, modus korupsi modul buku ini, juga mengurangi spesifikasi buku. Kerugian negara ditaksir mencapai Rp 312 juta. 
Penahanan dilakukan selama 20 hari, dan bisa diperpanjang bila diperlukan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Malang. Uang negara sudah dikembalikan ke kas negara. Namun, ia menyebut hal tersebut tak serta merta menggugurkan kasus rasuah ini.
Terpisah, Rio Nugroho, SH, penasehat hukum empat PNS dari P4TK/BOE menegaskan empat kliennya tak lagi aktif bekerja. Selain itu, empat orang itu juga telah mengajukan pensiun dini.
Dia menyebut, sampai saat ini upaya pensiun dini tersebut terganjal kasus ini. Rio juga menganggap sampai saat ini belum ada kejanggalan dalam proses hukum yang menjerat empat kliennya.
“Soal detailnya saya jelaskan kalau di Malang ya, ini masih ke Purwodadi,” tutup Rio. (fin/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :