Sembunyi di Gudang, Pengedar Terciduk

 
MALANG – Bau busuk peredaran narkoba akan selalu terendus oleh polisi. Bahkan, Edi N, 37, warga Jalan Kolonel Sugiono/Mergosono, tak bisa menghindar dari kejaran petugas. Dia sempat bersembunyi di sebuah gudang barang bekas di Jalan Kolonel Sugiono gang V, namun tetap terciduk Satresnarkoba Polres Makota.
Kapolres Makota, AKBP Asfuri menegaskan, penangkapan terhadap tersangka di Jalan Kolonel Sugiono, berawal dari informasi warga. 
“Penangkapan ini dilakukan pada 14 Mei 2018, pukul 00.45 WIB,” kata Asfuri kepada wartawan dalam rilis di mako Polres Makota Jumat (18/5) siang.
Dari keterangan yang dihimpun, tersangka yang merupakan pengedar narkoba itu menerima barang sabu-sabu dari seorang pria yang kini menjadi DPO berinisial SU asal Kabupaten Malang. Paket sabu tersebut telah diecer menjadi 16 klip plastik. Jika ditotal, maka berat sabu-sabu ini mencapai 4,93 gram.
Namun, karena membawa paket narkoba dengan jumlah yang cukup banyak, tersangka cukup paranoid dan tak berani muncul secara terang-terangan di jalan kampung tersebut. Dia bahkan bersembunyi di sebuah gudang barang bekas di Jalan Kolonel Sugiono gang 5.
Namun demikian, gerak geriknya yang sembunyi-sembunyi mengundang kecurigaan masyarakat. Sehingga, warga melapor kepada polisi tentang adanya orang mencurigakan sedang bersembunyi di sebuah gudang bekas. Anggota Satresnarkoba Polres Makota menanggapi laporan ini dengan melakukan penyelidikan.
Setelah memastikan tersangka belum pergi dari persembunyiannya di sebuah gudang barang bekas, polisi melakukan penggerebekan. Tanpa perlawanan, tersangka langsung pasrah saat diciduk lalu digelandang ke mako Polres Makota.
Dalam penggerebekan, polisi juga menyita satu buah timbangan elektronik dan satu hape. Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku dititipi 16 poket sabu itu oleh DPO berinisial SU, agar dijualkan.
“Tersangka dikenai pasal 112 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dia memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan 1. Ancaman hukuman penjara, minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun,” tutup Asfuri. (fin/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...