Tak Mencintai Akibat Dijodohkan

 
“Menikah itu nasib, mencintai itu takdir. Kamu bisa berencana menikahi siapa, tapi tak dapat kau rencanakan cintamu untuk siapa.” Kutipan kata dari Sujiwo Tejo, budayawan kawakan sekaligus mantan wartawan itu, adalah cermin refleksi bagi orangtua yang mencoba memaksakan anaknya untuk menikah.
Percuma memaksakan anak untuk menikah, bila tak ada cinta dan rasa sayang dalam hati sebagai bahan bakar menjaga keutuhan rumah tangga. Pemaksaan untuk menikah itu pula yang harus ditanggung secara pahit oleh Ronald 39 tahun warga Kecamatan Lowokwaru. Ronald sadar, orangtuanya memikirkan masa depan dan keberlanjutan keturunan keluarga. 
Sehingga, Ronald akhirnya dijodohkan dengan Amel 34 tahun seorang dokter gigi. Mereka pun menikah pada pekan keempat bulan Agustus 2017. Dari segi materi, Amel adalah sosok yang sukses. Dia memiliki pekerjaan prestisius dan masa depan yang cerah dari segi ekonomi. Sendenan kayu jati, kata ini sangat tepat bagi Ronald yang menikahi Amel.
Wanita ini bisa menyokong ekonomi keluarga kecilnya bersama Ronald. Asmara malam pertama pun dinikmati keduanya ketika selesai resepsi pernikahan. Namun, baru satu hari menikah dan berstatus suami istri, hari berikutnya mereka sudah bertengkar. Ronald menjadi sosok yang memicu pertengkaran tersebut. 
Cinta, cinta, cinta. Emosi inilah yang tak dirasakan Ronald ketika melihat Amel. Tak ada kata sakral ini dalam hati Ronald saat mengucapkan ijab kabul di hadapan penghulu sebagai tanda dia menjadi suami untuk Amel. Mengutip Sujiwo Tejo, Ronald seakan tak ditakdirkan untuk mencintai Amel.
Sehingga, dalam berkas gugatan cerai yang diajukan ke Pengadilan Agama Kota Malang, Ronald tak segan memaparkan alasannya mengajukan cerai. Dia bisa saja menikahi dan beranak pinak dengan Amel. Namun, sejak awal hati dan cintanya tidak pernah diberikan untuk Amel. Ya, Ronald mengakuinya di hadapan hakim PA Malang, bahwa dia tak mencintai Amel sejak awal.
Perjodohan yang dipaksakan orangtuanya, adalah perjodohan tanpa cinta. Tidak mengherankan pula, setelah pisah ranjang dan tak pernah kontak sejak Desember 2017, Ronald mengajukan surat cerai ini ke PA Malang, dan dikabulkan.
“Mengabulkan permohonan pemohon secara verstek, memberi izin kepada pemohon untuk menjatuhkan talak satu raj’i terhadap termohon di depan sidang PA Malang,” ujar Ketua Majelis Hakim Dra Nurlina, didampingi hakim anggota Drs Munjid Lughowi dan Drs Abdul Rouf MH. (fin/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :