Malang Masih Waspada, Polisi Gandeng Ponpes


MALANG - Polisi masih meningkatkan kewaspadaan setelah penangkapan sejumlah terduga teroris di wilayah Kota Malang dan Kabupaten Malang. Aparat juga perkuat komunikasi dengan pengasuh pondok pesantren (ponpes). Elemen masyarakat pun masih ikut berjaga-jaga.
Polres Malang Kota (Makota) mendukung pengasuh ponpes untuk menggandakan benteng iman para santrinya. Kapolres Makota, AKBP Asfuri mengatakan, peran ulama dan pengurus ponpes sangat penting dalam melindungi para santrinya dari ajaran radikal. “Kita meningkatkan komunikasi dan kerjasama dengan pondok-pondok Kota Malang. Karena kita tahu peran ponpes sangat vital untuk mengantisipasi ajaran radikal di masyarakat,” kata Asfuri kepada Malang Post kemarin.
Kerjasama antara polisi dan ulama serta pengurus ponpes sudah berjalan cukup harmonis di Kota Malang untuk mengatasi krisis. Apalagi sebelum isu terorisme mencuat, Polres Makota sudah pernah berkoordinasi secara intensif dengan pengurus ponpes untuk meredam isu orang gila yang menyerang ulama pada awal tahun 2018 lalu.
“Kami mengimbau pengurus ponpes untuk memberikan pemahaman secara utuh tentang Islam kepada para santri, terutama terkait Islam yang rahmatan lil alamin,” ujar Asfuri.
Menurutnya, radikalisme harus diserang balik dengan ajaran Islam yang menyejukkan. Mantan Kabag Ops Polres Metro Jakarta Pusat ini mengatakan, puluhan ponpes di Kota Malang, akan didukung penuh oleh Polres Makota untuk melaksanakan pembentengan iman terhadap masyarakat.
“Polisi di Kota Malang telah memiliki tugas sebagai polisi cinta masjid sekaligus polisi RW. Secara otomatis, anggota kita terus bersinergi dengan ulama, pemuka agama, serta elemen warga untuk melindungi serta mengantisipasi ajaran radikal yang mungkin masuk ke dalam masyarakat,” tambah Asfuri.
Alumnus Akademi Kepolisian angkatan tahun 2000 ini melanjutkan, Polres Makota juga meningkatkan pengawasan kelompok-kelompok pengajian yang berada di lingkungan masyarakat. Terutama, pengajian yang dianggap masyarakat mencurigakan. Dia mendorong masyarakat untuk tidak segan melapor bila mencurigai adanya perkumpulan yang janggal di kampungnya.
Sementara itu, tensi ancaman teror nampaknya belum menurun. Polisi masih melakukan pemantauan dan pengamanan ketat disejumlah tempat. Termasuk di Mapolres Malang yang terlihat masih memberlakukan pemeriksaan bagi pengunjung.
Pantauan Malang Post Sabtu (19/5) kemarin, ada tiga personel polisi dengan senjata lengkap berjaga di pintu masuk Mapolres Malang di Jalan Ahmad Yani Kepanjen. Kendaraan diberhentikan sebelum menuju ke pos penjagaan. Pengendara motor yang memakai jaket harus dilepas. Jok motor juga dibuka, termasuk barang bawaannya juga ikut diperiksa.
Begitu pun dengan mobil, pengemudi dan penumpangnya diminta turun lalu diperiksa. Setelah melalui pemeriksaan, pengunjung baru diarahkan ke pos penjagaan untuk laporan dengan menyertakan identitas.
"Pengamanan tetap kami tingkatkan. Anggota juga saya minta untuk meningkatkan kewaspadaan," ujar Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung.
Begitu juga dengan polsek jajaran di wilayah Kabupaten Malang. Sistem pengamanan ditingkatkan. Masyarakat yang datang harus diperiksa. Selain peningkatan penjagaan, Polres Malang juga melakukan patroli skala besar dengan melibatkan organisasi masyarakat. Patroli ini menyasar daerah-daerah yang dianggap rawan di wilayah Kabupaten Malang. Termasuk juga menggelar rapat koordinasi dengan pendeta, pastor dan pengurus gereja di Kabupaten Malang.
Terpisah, Ketua MPC Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Malang, Priyo Sudibyo memerintahkan seluruh anggota PP di masing-masing kecamatan untuk ikut menjaga keamanan termasuk tempat ibadah.
"Selain itu, tiga anggota PP setiap hari juga bergantian ikut patroli skala besar dengan Polres Malang," tegas Priyo Sudibyo.
Ditambahkannya, semua lapisan masyarakat diharapkan berani dan tidak takut terhadap gangguan ancaman teror. "Intinya, kami pengurus dan anggota PP Kabupaten Malang, siap ikut dan berperan serta secara aktif membantu jaga lingkungan agar terciptanya suasana aman dan kondusif. Pemuda Pancasila siap menjadi garda terdepan untuk memberantas terorisme,” paparnya.(fin/agp/van)

Berita Lainnya :

loading...