Keseringan Begadang

 
"BEGADANG jangan begadang, kalau tiada artinya. Begadang boleh saja, kalau ada perlunya". Lirik lagu ini, bisa menjadi pelajaran bagi suami yang sering kelayapan pada malam hari. Karena sering begadang malam hari, rumah tangga Ronald dan Amel nyaris berantakan.
Warga Kecamatan Wagir ini, hampir saja bercerai. Beruntung mereka bisa rujuk lagi setelah sidang mediasi di Pengadilan Agama Kepanjen.
“Saya akui memang salah. Tetapi apa yang terjadi ini menjadi pelajaran saya untuk lebih baik lagi. Jujur saya sangat mencintai keluarga,” ungkap Ronald. 
Dia dan Amel adalah pasangan keluarga yang sederhana. Mereka menikah pada tahun 2009 lalu. Dari pernikahannya itu, mereka dikaruniai dua orang anak.  Selama menikah, mereka tinggal di sebuah rumah kontrakan. 
Meskipun hidup sederhana, namun mereka sangat bahagia. Tidak pernah merasakan kekurangan apapun, karena Ronald dan Amel sama-sama bekerja. Sebelum rumah tangganya di ujung berantakan, mereka hidup bahagia. Tidak pernah bertengkar. 
Ketika ada permasalahan selalu diselesaikan dengan musyawarah.  Rumah tangga mereka mulai goyah, sekitar setahun lalu. Berawal dari Ronald yang selalu pulang kerja telat. Bahkan, Ronald sering keluar malam tanpa alasan. 
Amel, sempat menanyakan kepada Ronald, namun tidak pernah mendapat jawaban yang pas. Ketika ditanya, Ronald selalu mengatakan kalau dirinya keluar malam karena bermain ke rumah temannya. Namun Amel yang tidak percaya, langsung menaruh curiga. 
Karena kebiasannya yang tidak bisa dihentikan itulah, membuat Amel marah dan memilih untuk pulang ke rumah orangtuanya. Ronald yang mengetahui itu, sempat menjemput Amel untuk diajak pulang. Namun, selang beberapa hari kemudian, Ronald mengulanginya lagi. 
Amel pun kembali pulang. Bahkan, Amel yang curiga langsung mengajukan gugatan cerai ke PA Kepanjen. Beruntungnya, Ronald yang menyadari kesalahan, akhirnya meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi lagi. Mereka pun akhirnya rujuk dan bersatu lagi. (agp/mar) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :