Polisi Curigai Keterlibatan Penjaga Lahan

 
MALANG - Polsek Dau ekstra keras mengungkap siapa pelaku penguburan bayi di lahan teaching farm milik Fakultas Peternakan Unisma, Dusun Jengglong, Desa Tegalweru, Dau. Polisi menduga ada keterlibatan dari tiga orang yang menjaga peternakan tersebut. Namun untuk membuktikannya, petugas terus mendalaminya.  “Kami masih mendalami kasusnya. Beberapa saksi, mulai penjaga lahan sampai penemu jenazah bayi masih diperiksa,” ungkap Kapolsek Dau, Kompol Endro Sujiat.
Menurutnya, kunci untuk mengungkap siapa pelaku penguburan bayi perempuan itu adalah penjaga peternakan sapi. Namun ketika dimintai keterangan, mereka mengaku tidak tahu sehingga polisi terpaksa mencari saksi lain untuk mengungkap kasus ini.
“Ini kan aneh, bilangnya kok tidak tahu. Padahal mereka itu yang menjaga perkarangan untuk peternakan sapi itu. Kuncinya sebenarnya yang menjaga,” tegas mantan Kapolsek Wajak ini.
Endro menjelaskan, bahwa yang ditemukan tersebut sebetulnya masih belum berwujud bayi. Sebaliknya masih berbentuk orok. Apakah kematian orok tersebut sengaja digugurkan ataukah gugur sendiri, masih belum diketahui karena harus menunggu hasil otopsi petugas forensik kamar mayat RSSA Malang.
Disinggung apakah ada kaitannya dengan hasil hubungan gelap, ataukah pelakunya adalah kalangan mahasiswa, Endro menegaskan masih belum mengetahui.
“Kami segera mendata bidan ataupun klinik di sekitar lokasi. Ini untuk mengetahui apakah ada orang yang melahirkan atau keguguran,” paparnya. (agp/mar)

Berita Lainnya :