Pengangguran Jangan Menikah

 
Uang memang bukan segalanya. Namun, segalanya butuh uang. Segalanya memang Tuhan yang menentukan. Tapi, sebagai manusia haruslah berusaha. Bahkan, ketika urusan cinta memasuki tahapan serius, modal uang sangat penting agar pondasi masa depan lebih matang.
Mirisnya, masih ada pria yang nekat menikahi wanita tanpa memiliki pekerjaan. Pria sebagai kepala keluarga yang harusnya menafkahi istri dan anaknya, ternyata tak memiliki pekerjaan alias pengangguran. Inilah sosok Ronald, 31, mantan suami Amel, 28, warga Kelurahan Mulyorejo Sukun.
Saat cinta membutakan Amel, dia mau-mau saja dipersunting oleh Ronald dan mengucapkan sumpah di hadapan penghulu pada Juni 2013 lalu. Setelah itu, Ronald nunut tinggal di rumah orangtua Amel, serta dikaruniai anak. Namun, karena Ronald tak memiliki pekerjaan tetap, pondasi rumah tangganya seperti dibangun di atas pasir, mudah goyah dan cepat roboh.
Benar saja, hanya satu bulan setelah menjalani pernikahan, pertengkaran mulai terjadi di dalam rumah tangga Amel. Pasalnya, Amel menuntut Ronald untuk segera mencari pekerjaan yang jelas agar nafkah bisa lancar. Hanya saja, Ronald tak kunjung mengantongi pekerjaan untuk menghidupi anak istrinya.
Sudah tak bertanggungjawab dalam menafkahi keluarga, Ronald pun masih keras kepala dalam rumah tangga. Amel menyebut Ronald sangat egois, sering memaksakan kehendaknya sendiri tanpa mempertimbangkan keluarganya, yaitu anak dan istri. Tak kuasa dengan ulah Ronald, Amel akhirnya terlibat pertengkaran hebat dengan mantan suaminya itu.
Pada April 2016, Ronald minggat setelah pertengkaran. Selama dua tahun, Ronald juga menghilang tanpa jejak. Amel yang karyawan swasta, berupaya keras menghidupi anak tunggalnya. Tak tahan dengan status pernikahan yang tak jelas, Amel mengajukan cerai ke Pengadilan Agama Malang dan dikabulkan.
“Mengabulkan gugatan penggugat secara verstek, menjatuhkan talak satu ba’in sughro tergugat terhadap penggugat,” kata Drs Abdul Rouf, ketua majelis hakim, didampingi anggota Drs Umar D dan Drs H Isnandar MH. (fin/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...