Sasar Premanisme Sampai Prostitusi


 
MALANG – Polres Makota menggelar operasi Pekat Semeru 2018 mulai Senin (21/5). Ops Pekat akan digelar selama 12 hari. Latihan pra operasi telah digelar. Sehingga, sekarang Polres Makota dan jajaran langsung bergerak ke lapangan dan memaksimalkan pengamanan Kota Malang.
Kapolres Makota, AKBP Asfuri didampingi Kasubbag Humas Polres Makota Ipda Ni Made Seruni Marhaeni mengatakan Ops Pekat digelar demi menjaga kondusivitas perkotaan selama bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri. Apalagi, rapor tindak kejahatan dari tahun ke tahun, selalu melonjak saat mendekati Ramadan.
“Tujuan Ops Pekat adalah menciptakan iklim kota yang kondusif dan nyaman, sehingga masyarakat bisa menjalankan ibadah puasa dengan nyaman dan aman,” katanya. 
Dia menerangkan, bulan ramadan memang menjadi momentum pelaksanaan Ops Pekat dan mengantisipasi serta meredam semua potensi kejahatan di Kota Malang. Tugas pelaksanaan Ops Pekat didistribusikan kepada seluruh jajaran satuan, serta Polsek di wilayah Kota Malang.
Pelaksanaan Ops Pekat sudah memiliki sasaran tembak yang jelas. Kapolsek Lowokwaru, Kompol Pujiono mengatakan operasi menyasar kejahatan yang meresahkan masyarakat.
“Sasaran Ops Pekat adalah penanggulangan kejahatan premanisme, prostitusi pornografi, perjudian, penyalahgunaan narkoba miras serta handak, yang berpotensi meresahkan masyarakat selama bulan puasa,” kata Pujiono. 
Polres Makota menargetkan suasana yang benar-benar kondusif selama bulan ramadan hingga tiba masa lebaran. Sementara, Kapolsek Blimbing, Kompol Slamet Riyadi mengatakan Ops Pekat dilaksanakan selama kurang lebih dua minggu. 
“Target jadwal pelaksanaan Ops Pekat adalah 12 hari. Selama dua minggu ke depan, ada peningkatan kegiatan kepolisian, untuk menjaga iklim kondusif selama Ramadan berlangsung,” jelas Slamet. (fin/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...