Digendam, Emas 10 Gram Amblas

 
MALANG – Seorang wanita tua menjadi korban gendam di kawasan Kepanjen. Sumini, 55, warga Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung kehilangan uang serta emas. Setelah mempreteli perhiasan serta mengambil uang korban, pelaku kabur. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 14.00 pada hari Senin (21/5) di kawasan Kecamatan Kepanjen.
Wanita tua yang menjadi korban ini langsung menangis dan mencari bantuan kepada masyarakat sekitar. Dari informasi yang dihimpun, wanita tersebut didatangi oleh seorang yang tak dikenal di depan rumahnya. Pria tak dikenal ini memperkenalkan diri sebagai kurir yang mengantarkan paketan dari putra Sumini, yang berada di Hongkong.
Setelah mengatakan maksud dan tujuannya, pria tersebut meminta Sumini menandatangani sebuah kertas. Dia lalu meminta Sumini mengikutinya ke kawasan Kepanjen dengan alasan akan memberikan uang kiriman anaknya di sebuah bank. Setibanya di kawasan Kepanjen, pelaku tiba-tiba berhenti di jalan.
Dia lalu mengatakan kepada Sumini, bahwa harus ada jaminan untuk mengambil uang yang dikirim oleh anaknya dari Hongkong. Tanpa sadar, Sumini manut saja saat menyerahkan kalung emas seberat 10 gram serta uang Rp 300 ribu. Sumini lalu ditinggal di sebuah counter Jalan Sultan Agung Kepanjen, yang terletak di dekat Masjid Baiturrahman.
Pelaku mengaku akan mengambil uang dari bank dan akan menemui korban di kawasan Jalan Sultan Agung. Setelah beberapa saat, Sumini yang menunggu pelaku, mulai tersadar bahwa dirinya dibohongi. Ia menangis saat itu juga, dan meminta tolong kepada masyarakat. Dia didudukkan warga di Wijaya Cell untuk ditenangkan.
“Pelaku hanya menyisakan uang Rp 10 ribu untuk Sumini,” kicau Haki, salah satu warga yang berada di lokasi. 
Peristiwa Sumini pun mendapat tanggapan dari para netizen yang menerima kabar ini via Facebook. Para sanak famili serta tetangga pun melihat kiriman dari media sosial. Tak hanya itu, pihak Desa Senggreng juga melihat postingan ini kemarin. Sehingga, setelah sempat viral, mobil desa Senggreng akhirnya menjemput Sumini di Wijaya Cell dan memulangkannya ke Desa Senggreng selatan. 
Kades Senggreng Sriyono membantu pelaporan kasus ini kepada Polsek Kepanjen. Kasubbag Humas Polres Malang, AKP Farid Fathoni mengatakan warga yang menjadi korban kejahatan, diimbau untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat. 
“Yang merasa menjadi korban kejahatan, diimbau segera melapor, pasti akan ditindaklanjuti,” tuturnya. (fin/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :