Budak Sabu Sumawe Dibui

 
MALANG – Kesengsaraan karena terjerat lingkaran setan narkoba memang tiada hentinya. Selain semakin miskin karena uang hasil bekerja dipakai nyabu, anggota keluarga pun harus menanggung malu. Itu pula yang kini dirasakan Yohanes Anwar, 31, warga Jalan Ki Ageng Gribig Lesanpuro.
Bukan hanya harus hidup dalam kemiskinan, buruh serabutan ini kini harus menghadapi jeratan hukum karena kedapatan menguasai sabu-sabu. Dari keterangan yang dihimpun, Anwar sedang berada di Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan pada hari Senin, (21/5).Sekitar pukul 15.00 WIB, Anwar terlihat sedang berdiri di depan sebuah toko modern. Diduga, dia baru saja melakukan transaksi narkoba. Ternyata, transaksi narkoba ini telah terendus oleh Polsek Sumbermanjing Wetan. Tak lama, Anwar langsung didatangi oleh unit kepolisian yang dipimpin Kanit Reskrim Aiptu Sobichin. Dia digerebek dan tak bisa mengelak dari pemeriksaan polisi.
Ketika digeledah, Anwar semakin lemas. Pasalnya, polisi menemukan satu buah plastik klip berisi bubuk kristal. Melihat ada barang diduga narkoba, polisi langsung menanyai Anwar. Hasilnya, Anwar mengakui bahwa barang tersebut memang adalah kristal metamfetamin alias sabu-sabu.
Lewat pengakuan ini, Anwar akhirnya dibawa ke sel tahanan Polsek Sumbermanjing Wetan. Selain sabu-sabu, polisi juga menyita HP Samsung S3 berwarna hitam. Diduga kuat, semua transaksi narkoba terekam di dalam hape tersebut. Polisi masih mendalami keterangan dari tersangka kepemilikan narkoba.
Kanit Reskrim Polsek Sumbermanjing Wetan, Aiptu Sobichin menegaskan, tersangka kini diproses lebih lanjut. Polisi masih menggali keterangan tersangka tentang asal usul sabu-sabu tersebut. Termasuk, berapa uang yang dikeluarkan oleh tersangka untuk mendapatkan satu paket sabu ini.
“Masih dalam penyidikan lebih lanjut,” kata Sobichin. Anwar dijerat dengan pasal 112 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Lewat pasal tersebut, Anwar terancam dihukum penjara minimal 4 tahun.(fin/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...