Pengedar Ganja Tasikmadu Dibui

MALANG – Pengembangan kasus peredaran ganja di kawasan Tasikmadu Kota Malang membuahkan hasil. Setelah menangkap satu tersangka budak ganja, Unit Reskrim Polsek Lowokwaru dalam Ops Pekat Semeru menggelandang pengedar yang menyediakan ganja kepada para pecandu di kawasan Tasikmadu.
Yugo Saputra 20 tahun, pengangguran asal Dusun Losawi, Tunjungtirto Singosari, ditangkap Polsek Lowokwaru di Jalan Golf Kelurahan Tasikmadu pada Senin 21 Mei 2018 lalu. Kapolsek Lowokwaru, Kompol Pujiono mengatakan Yugo ditangkap berdasarkan pengembangan pengakuan dari tersangka yang sudah tertangkap sebelumnya.
“Dari pengembangan pelaku kepemilikan ganja sebelumnya, kita melakukan pengembangan, dan mendapatkan info dia masih berada tidak jauh dari kawasan Tasikmadu,” kata Pujiono kepada Malang Post .
Akhirnya, sekitar pukul 16.30 WIB, polisi berkeliling kawasan Tasikmadu dan menemukan seorang pemuda tengah berdiri di pinggir Jalan Golf. Pemuda ini, adalah Yugo, yang ‘digigit’ oleh M Rizal 20 tahun budak ganja asal Jalan KH Yusuf Tasikmadu. Tanpa panjang kata, polisi langsung membekuk Yugo yang tersadar bahwa bisnis transaksi narkoba jenis ganjanya, sudah terbongkar oleh pihak berwajib. Yugo langsung digeret ke rumahnya di kawasan Tunjungtirto.
Saat digeledah, polisi menemukan lima bungkus plastik berisi ganja siap edar di dalam lemari kamar rumahnya. Selain itu, polisi menyita uang sejumlah Rp 3,286 juta yang diduga kuat merupakan hasil penjualan ganja, termasuk 12 klip ganja yang diserahkan kepada M Rizal di Jalan Atletik.
Sebuah HP merek Asus Zenfone Selfie warna hitam diamankan karena diduga menjadi alat komunikasi untuk melancarkan transaksi narkotika. Polisi mengamankan Yugo di sel tahanan. Dalam pemeriksaan, Yugo menyebut dia mendapatkan suplai ganja dari DPO yang kini menjadi buruan polisi.
“Pelaku dikenakan pasal 111 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Terkait penyuplai barang untuk tersangka, kami melakukan pendalaman dan penyidikan lebih lanjut,” tutupnya.(fin/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...