Maling HP Digebuki Warga


MALANG – Kemarahan masyarakat terhadap pelaku pencurian tak bisa dibendung lagi. Seiring dengan meningkatnya kejahatan, massa tak segan-segan menghakimi maling sampai ‘nyunyut’. Itulah nasib yang dialami maling HP, Koko Yudianto, 25, warga Jalan Kaseran, Genengan, Pakisaji Kabupaten Malang.
Kronologinya, Koko tiba bersama seorang komplotan yang kini menjadi DPO, dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra N 5305 AZ sekitar pukul 19.45 pada 16 Mei 2018 lalu. Dengan asumsi semua warga sedang menjalankan ibadah tarawih, Koko turun dari motor dan melihat sebuah rumah yang terlihat sepi.
Dia lalu masuk dan melihat di ruang tamu ada satu buah tas. Koko lalu melihat ada satu laptop Asus dan satu handphone Xiaomi Redmi 4. Merasa sukses, Koko mencoba menggondol tas tersebut. Tapi, tidak disangka saksi yang juga penghuni rumah kos, Helga Ilham Pratama, 21,  yang berada di dalam kamar, mendengar suara dari arah ruang tamu.
Saat keluar, Helga melihat wajah Koko yang setengah tegang karena aksinya mencuri tas berisi laptop dan HP sudah ketahuan. Tanpa pikir panjang, Koko kabur. Helga mengejar pelaku yang berupaya menaiki motor. DPO komplotan Koko, berusaha menancap gas. Tapi, Helga menendang motor sehingga kedua pelaku jatuh.
Tas tersebut juga tergeletak begitu saja saat Koko dan komplotannya lari tunggang langgang. Saat saksi melihat isi tas, laptop masih berada di dalam. Namun, sebuah HP sudah raib. Sehingga, Helga melaporkan peristiwa ini kepada Polsek Lowokwaru.
Unit Reskrim Polsek Lowokwaru, langsung siaga dan melaksanakan patroli. Tak lama, jelang tengah malam, saksi Yudi Purwanto, 46, warga Villa Bukit Tidar yang sedang ngobrol di pos keamanan, melihat seorang pria. Pria tersebut, tak mengenakan alas kaki saat berjalan. Dia langsung dihentikan oleh petugas keamanan dan ditanyai. Awalnya, Koko tidak mengaku.
Namun, warga sekitar mulai berkumpul karena curiga dengan gerak-geriknya. Apalagi, Koko bukan warga sekitar dan baru saja terjadi peristiwa pencurian di kawasan Villa Bukit Tidar. Melihat warga yang mulai berkumpul, kaki Koko lemas. Saat ditanya dengan tegas, Koko akhirnya mengaku sebagai pelaku pencurian.
Saat mengaku inilah, warga sekitar yang mengamuk, langsung membabibuta menginjak-injak pelaku. Koko digembuk sampai ampun-ampun. Namun, warga yang marah dengan adanya aksi kejahatan di lingkungannya, tak segan memukul, menendang, dan melancarkan bogem mentah. Beruntung petugas Polsek Lowokwaru yang patroli, langsung bergegas datang begitu menerima laporan.
Agar tak menjadi sasaran amuk massa, Koko diamankan ke mako Polsek Lowokwaru. Kepada polisi, Koko mengakui perbuatannya. Bahkan, dari keterangannya kepada petugas, Koko tak hanya mencuri di Villa Bukit Tidar. Dia juga pernah mencuri barang di kawasan Gadingkasri Jalan Simpang Wilis.
Kapolsek Lowokwaru, Kompol Pujiono mengatakan, pelaku dikenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun.
“Terkait DPO, masih dalam penyidikan lebih lanjut untuk menggali keterangan tersangka. Pelaku pencurian ini, dikenai pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 7 tahun maksimal,” tutup Pujiono.(fin/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...