Kasasi Dimas Kanjeng Ditolak

 

 
PROBOLINGGO - Kasus pembunuhan dengan terdakwa Taat Pribadi alias Dimas Kanjeng Taat Pribadi pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, final. Mahkamah Agung (MA) menolak pengajuan kasasi terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU). 
Karenanya, terdakwa dipastikan harus menjalani hukuman selama 18 tahun penjara. Yakni, sebagaimana putusan Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan, awal Agustus 2017. Namun, terdakwa belum juga dieksekusi. Sebab, JPU masih menunggu salinan putusan kasasi MA.
Humas PN Kraksaan Yudistira Alfian mengaku, sudah mendapat petikan putusan kasasi dari MA. Dalam putusannya, majelis hakim menyatakan menolak permohonan kasasi JPU dan terdakwa. Serta, membebankan biaya perkara Rp 2.500 kepada terdakwa. 
‘’Dengan ditolaknya kasasi yang diajukan penuntut umum dan terdakwa, maka putusan yang digunakan penetapan di bawahnya. Yaitu, putusan banding dari Pengadilan Tinggi Jatim,’’ ujarnya. 
Sedangkan, putusan banding Pengadilan Tinggi, dikatakan Yudistira, menguatkan putusan PN Kraksaan. Yaitu, dijatuhi hukuman penjara 18 tahun. 
‘’Dengan adanya putusan kasasi ini, maka putusan 18 tahun penjara untuk terdakwa sudah memiliki kekuatan hukum tetap,’’ ujarnya. 
Soal rencana eksekusi terhadap terdakwa, Yudistira mengatakan, eksekusi atas putusan majelis hakim menjadi wewenang JPU. Namun, dalam hal ini pihaknya masih akan memberitahukan pada JPU terkait amar putusan MA. 
‘’Eksekusi itu dilakukan jika sudah diterima salinan putusan kasasi dari MA. Ini yang kami terima baru petikannya,’’ ujarnya. 
Sementara itu, Kasi Intel Kejari Kabupaten Probolinggo Yanto mengaku, masih akan koordinasi dengan PN Kraksaan, terkait putusan kasasi ini. Sebab, pihaknya belum mengeksekusi terdakwa jika belum menerima salinan putusannya. 
‘’Kami akan minta salinan putusan kasasi dulu ke PN Kraksaan. Baru setelah itu dilakukan eksekusi,’’ katanya. 
Diketahui sebelumnya, Taat Pribadi alias Dimas Kanjeng Taat Pribadi didakwa membunuh mantan pengikutnya, Abdul Gani. Dalam proses persidangan, dia terbukti bersalah menganjurkan orang untuk melakukan pembunuhan berencana. Sehingga, majelis hakim PN Kraksaan memvonisnya dengan hukuman 18 tahun penjara. (br/mas/mie/jpr/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...