Parkir di Kampus, Motor Hilang

 
MALANG - Komplotan maling motor masih terus berkeliaran di kawasan kampus. Terbukti, salah satu Mahasiswi Universitas Negeri Malang (UM), Diah Ayu, 22 warga Jalan Muharto, Kota Malang kehilangan motornya Rabu (23/5) lalu.  Motornya Honda Beat warna Biru Putih N 3688 ABB amblas ketika  diparkir di UKM di dekat Koperasi Mahasiswa (Kopma). Menurut informasi yang dihimpun, motor tersebut diparkir sejak pukul 07.00 WIB. “Ketika itu, saya tinggalkan motor tersebut di parkiran it. Saya pergi ke Surabaya, ada acara organisasi untuk visit ke salah satu media di Surabaya,” terang Diah ketika dihubungi Malang Post.
Sekitar pukul 20.00, Diah baru sampai area kampus. Ketika hendak pulang dan mengambil motornya, ternyata sudah raib. Karena panik, ia langsung melaporkan hal tersebut ke pihak keamanan kampus. 
“Ketika saya melihat CCTV, sekitar pukul 18.00 motor saya masih ada. Kemudian, ada orang yang berusaha otak atik motor saya. Tak lama, motor saya sudah tidak ada lagi di parkiran,” kata dia.
Diah mengaku tidak bisa melihat secara jelas soal ciri-ciri pelaku yang mengambil motornya tersebut. Di lokasi kejadian, ketika malam hari, kondisinya memang cenderung sepi dan gelap. 
“Saya lihat motor saya sudah hilang. Ciri motor saya ada helm merah polkadot dan ada baret di bagian kanan dan bawah,” kata dia. 
Sementara itu, di sekitar lokasi kejadian ada banner besar bertuliskan ‘Dilarang Parkir Disini’. Di sebelah banner tersebut, juga dipertegas oleh tanda P coret yang artinya dilarang parkir. Menurut Wakil Kepala Satpam, M. Isrofi, pihaknya membenarkan ada laporan kendaraan hilang. 
“Memang benar ada kendaraan hilang,” kata dia.
Menurutnya, kasus mahasiswa kehilangan motor kerap terjadi. Salah satu pemicunya adalah para mahasiswa sendiri kurang bisa menjaga kendaraannya dan tidak patuh akan aturan. 
“Ketika ada beberapa titik yang tidak boleh ditempati untuk parkir, terkadang mahasiswa melanggar. Padahal kami juga sering melakukan patroli dan juga mengingatkan mereka,” kata dia.
Ketika ditanya soal pengamanan, pihaknya mengaku sudah cukup ketat untuk memeriksa masyarakat yang melintas di kawasan UM. Ketika keluar, para pihak keamanan memeriksa STNK. 
“Masalahnya, di kawasan kampus banyak sekali jalan tikus. Sudah diportal. Namun, oknum pelaku sudah tahu celahnya dan merusak portal,” tegas dia.(tea/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...