Mampir, Malah Tewas


MUHAMMAD SUIN, 35, korban meninggal dunia akibat ledakan petasan di rumah Ali Maskur, adalah anak sulung dari empat bersaudara pasangan Buamin dan Mariatin, warga Desa Srigading, Lawang. Namun setiap harinya, ia tinggal bersama dengan Misti, neneknya di Dusun Krajan, Desa Sidoluhur, Lawang.
Selama ini, Suin dikenal sebagai pemuda pendiam. Ia sangat giat bekerja dan supel pada masyarakat sekitar. Suin juga sama sekali tidak membedakan teman. “Ali Maskur itu salah satu temannya. Juga sama-sama membujang,” ujar Buamin, ayahnya ditemui di rumah duka.
Dari keterangan keluarga dan warga sekitar, Suin, sebetulnya sama sekali tidak ada kaitannya dengan pembuatan petasan. Hanya saat kejadian ledakan terjadi, ia kebetulan mampir. “Dia mau bekerja mengecat rumah Ahmad Haris, tetangga Maskur,” ungkapnya.
“Sebelum mengecat rumah, mampir ke rumah Maskur. Apesnya kok langsung terjadi ledakan,” tambah Mariani, bibinya.
Keterangan Mariani, juga dibenarkan oleh tetangga lainnya. Mereka mengatakan bahwa Suin, memang bekerja mengecat rumah Ahmad Haris. “Sudah sekitar tiga minggu ini mengecat,” tegas warga lainnya. Bahkan, sebelum peristiwa nahas menimpa Suin, warga sempat mengetahui Suin bercanda dengan teman-temannya. Ketika ditanya oleh warga, Suin mengatakan berangkat bekerja mengecat rumah.
Misti, nenek Suin, juga demikian. Ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa Suin, berpamitan kepadanya untuk berangkat kerja. “Tadi pamitnya berangkat kerja seperti biasa,” ucap Misti lirih. Jenazah Suin sendiri, dimakamkan di pemakaman umum Desa Srigading, Lawang, kemarin. (agp/mar/han)

Berita Lainnya :

loading...