Duarr!!! Bom Mercon Guncang Lawang


MALANG - Ledakan dahsyat menggemparkan warga Dusun Krajan, Desa Sidoluhur, Kecamatan Lawang, pagi kemarin. Suaranya seperti bom dan terdengar menggelegar hingga radius sekitar lima kilometer. Ledakan itu, bersumber dari dalam rumah Ali Maskur, 37 tahun, warga sekitar.
Diduga, ledakan berasal dari petasan (mercon). Saat olah TKP, polisi menemukan banyak selongsong petasan kosong dan sumbu di dalam rumah Maskur. Akibat ledakan tersebut, satu tewas dan seorang lagi kritis. Korban meninggal yakni Muhammad Suin alias Pen, 35, warga Desa Srigading, Kecamatan Lawang. Sedangkan Ali Maskur, hingga berita ini dimuat masih kritis. Ia mengalami luka bakar sekitar 60 persen, dan menjalani perawatan di IRD RSSA Malang.
“Jenazah Suin diotopsi di kamar mayat RSSA Malang,” tegas Kapolsek Lawang, Kompol Gaguk Sulistyo Budi. Peristiwa ledakan terjadi sekitar pukul 08.00. Dugaannya, saat kejadian itu, Ali Maskur yang masih membujang ini sedang membuat petasan.
Sedianya petasan yang dibuat itu akan dinyalakan saat malam lebaran nanti. Kebetulan, ketika ia membuat petasan, M Suin alias Pen sedang mampir bermain ke rumahnya. Nah, tiba-tiba petasan itu langsung meledak. Duarrr…blaarrr!!! Suaranya menggelegar seperti bom.
Selain membuat tubuh Maskur dan Suin terpental dan langsung terkapar, juga mengakibatkan rumah Maskur hancur berantakan. Termasuk  beberapa rumah dan SDN 1 Sidoluhur rusak. “Ada sembilan rumah rusak termasuk rumah Maskur. Dua rusak berat dan lainnya rusak ringan. Termasuk sebuah sekolah yang kacanya pecah akibat getaran,” jelas Kepala Desa Sidoluhur, Mulyoko Sudarsana ditemui di lokasi kejadian.
“Padahal kami bersama dengan Bhabinkamtibmas sudah sering melakukan sosialisasi kepada warga, supaya tidak ada yang membuat petasan.  Tetapi untuk Maskur ini, memang saya tidak tahu kalau membuat petasan,” tambahnya.
Ledakan yang sangat dahsyat itu, juga sempat membuat warga sekitar panik. Terutama yang rumahnya berdekatan dengan lokasi. Mereka berhamburan keluar rumah. Sembari berteriak ada bom, mereka berlari mencari tempat yang aman.
Salah satunya adalah Siama, 68. Saat kejadian ledakan, ia sedang di dalam kamar. Ia memijat Ahmad Haris, suaminya yang sakit sejak enam bulan lalu. “Saya mengira ada bom karena suaranya sangat keras sekali. Suami langsung saya seret keluar kamar,” ujarnya.
Rumah Siama sendiri, persis di depan rumah Maskur. Dia mengaku, tidak tahu kalau Maskur memproduksi petasan. “Saya sama sekali tidak tahu karena rumahnya selalu tertutup. Apalagi ia juga tinggal sendirian,” sambung wanita ini.
Begitu mengetahui ledakan itu bersumber dari petasan di rumah Maskur, warga langsung mendatangi rumahnya. Saat itu diketahui ada dua orang yang terkapar di lantai. Maskur yang masih hidup, langsung dilarikan ke rumah sakit.
Petugas Polsek Lawang yang mendapat laporan segera datang ke lokasi. Dari hasil olah TKP, ditemukan bukti selongsong dan sumbu untuk membuat petasan. Polisi juga mendatangkan mobil PMK untuk membasahi TKP agar tidak ada sisa petasan yang bisa meledak.

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...