Catering Rupini Racuni Ratusan Mahasiswa

 
MALANG - Buka bersama yang diadakan mahasiswa jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki), Kamis (24/5) berujung sengsara. 
Sekitar 110 mahasiswa yang mengikuti acara tahunan itu, keracunan. Diduga, mereka keracunan dari nasi kotak yang disantap saat berbuka. Penelusuran Malang Post, hingga kemarin, masih sekitar 35 mahasiswa yang dirawat di tiga rumah sakit.
Yakni RSI Unisma, RSSA Malang dan RS Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).   Ainaul Mardliyah, 20, salah satu korban yang dirawat di RS Unisma, menjelaskan sebanyak 110 mahasiswa PGMI angkatan 2016 memang mengadakan buka bersama. 
“Lokasinya di sekitar gedung micro teaching kampus. Kami berbuka dengan nasi kotak yang dipesan dari catering,” terang Ina, sapaan gadis ini. Menunya, kata dia, nasi putih, sambal goreng kentang dan telor bumbu bali. Tidak ada yang aneh ketika memakannya.
“Baru tengah malam, saya sakit perut. Muntah-muntah dan diare,”ujarnya. Dia pun pergi ke klinik dan diberi obat  Namun sakitnya kambuh lagi. “Jumat pagi, saya baru diopname,” ungkapnya.
Saat ini, kondisinya sudah mulai membaik, meski perutnya masih terasa nyeri. Hal senada diungkapkan Novita Cendy yang menjadi seksi acara dalam kegiatan buka bersama itu.
“Jumat pagi masih biasa aja. Saya masih sempat antar teman-teman ke dokter. Baru pukul 15.00, saya demam tinggi hingga 39 derajat, muntah dan mules,” terang dia. Cendy langsung memeriksakan tubuhnya ke RSIA Unisma.
“Diagnosa awal, adalah keracunan makanan. Kemudian, setelah maghrib saya diopname,” kata gadis yang dirawat bersebelahan dengan Ina tersebut. Menurut gadis berusia 20 tahun ini, tidak semua diopname.
Namun ada juga yang hanya menjalani rawat jalan. Saat ini, ia mengaku masih sering bolak balik ke kamar mandi untuk buang air besar. “Dalam semalam bisa 10 kali. Teman-teman lain juga memiliki gejala sama. Yakni muntah dan diare,” paparnya.
Ia mengaku, pihak kampus sudah mengetahui hal ini. Bahkan, kepala jurusan sudah mendatangi beberapa mahasiswanya yang diopname tersebut. “Saya dengar, mau melaporkan kejadian ini ke Dinas Kesehatan. Tapi nggak tahu lagi,” tutup dia. 
Sementara itu, menurut beberapa mahasiswi yang minta namanya dirahasiakan, nasi kotak yang dicurigai menjadi penyebab keracunan 110 mahasiswa ini, dipesan dari Rupini, seorang pemilik rumah kontrakan di Jalan Gajayana III B Malang. 
Informasi yang didapat, sudah bertahun-tahun, Rupini menjalani usaha catering dan sering mendapat pesanan dari berbagai macam kalangan. Termasuk salah satu langganannya adalah para mahasiswa UIN Maliki. Namun, kasus ini, baru pertama kali dialaminya. 
“Sebelum kejadian ini, ada teman yang juga sempat buka bersama di rumah beliau hari Rabu (23/5). Tidak terjadi apa-apa dan biasa saja. Teman-teman organisasi juga sering pesan catering kepada beliau dan juga tidak terjadi apa-apa,” ucap sumber yang juga dirawat di RS UMM ini.
Humas RSI Unisma, Nikmatul Laila Ahda membenarkan bahwa ada pasien yang berasal dari UIN Maliki dan mengalami keracunan.
“Iya, benar. Ada yang rawat inap dan banyak yang rawat jalan,” terang dia. Namun pihaknya belum bisa memberikan keterangan jumlah pasien yang ditangani. “Saya masih belum tahu berapa orang, harus lihat data,” ungkapnya. 
Sementara Humas RS UMM, dr. Viva Maigha Mahliafa Noor, MMRS juga membenarkan adanya pasien keracunan.
“Benar juga, di rumah sakit saya ada yang rawat jalan dan rawat inap,” ujar Viva. Sayangnya, dikonfirmasi kejadian ini, Humas UIN Maliki, M. Baidhowi, S.Sos mengaku masih belum mengetahui. 
”Saya masih belum tahu soal itu. Saya masih di luar kota,” ujar dia. Hal senada juga diungkapkan Dekan FTIK, Dr. H. Agus Maimun, M.Pd. “Saya belum mendapat laporan,” ujarnya. 
Kapolres Malang Kota (Makota), AKBP Asfuri juga menanggapi santai peristiwa tersebut. ”Kami belum menerima laporan soal keracunan mahasiswa itu,” tegasnya. (tea/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...