Tak Ada yang Tahu Ada Korban Penculikan


MALANG POST - Ketika kecelakaan, warga, relawan dan polisi tidak mengetahui ada korban penculikan di tragedi itu. Juga belum jelas, apakah benar Puji terlempar dari mobil kemudian tewas. Atau ia sudah lebih dahulu tewas sebelum kecelakaan terjadi.
Yang jelas, 27 Mei 2018 lalu, Unit Laka Satlantas Polres Makota menerima laporan tentang adanya laka di Jalan Bendungan Sutami, Kelurahan Sumbersari.
Dalam laporan awal yang diterima, sebuah mobil Carry N 1193 CR menabrak motor S 4347 DM yang dikendarai oleh M Amar Nadhif 23 tahun warga Jakarta. Serta, membonceng Hamdan Mursyid 22 tahun warga Sragen Jateng. Dalam laporan tersebut, Amar menderita luka patah tulang bagian paha serta bagian telinga keluar darah.
Sementara, Hamdan mengalami luka di bagian wajah. Anehnya, dari keterangan relawan SAR, pengendara mobil yang diduga adalah Nana Suryana, oknum anggota militer berpangkat prajurit kepala, menolak memberitahukan identitasnya kepada para relawan. Sehingga, tim SAR memilih menanti Unit Laka.
“Dia mengaku anggota, sehingga kita mundur dan tidak berani mengurus. Kita menunggu anggota Unit Laka,” kata salah satu relawan SAR kepada Malang Post di KM RSSA Malang kemarin. Pria yang mengaku sebagai anggota militer dan membuat para relawan memilih merawat korban yang tertabrak.
Dua orang tersebut mendapatkan pertolongan pertama dan dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat RSSA Malang. Tak lama kemudian, pria tersebut didatangi oleh anggota Unit Laka Satlantas Polres Makota yang tiba di lokasi kecelakaan. Setelah ditanyai dan dimintai keterangan awal, pria tersebut dibawa ke Unit Laka Satlantas Polres Makota.
Namun, dalam pemeriksaan di Unit Laka, pria ini disebut kembali mengaku sebagai anggota militer. Akhirnya, Unit Laka menghubungi kantor polisi militer. Akhirnya kasus ini dilimpahkan kepada korps polisi militer bersemboyan Satya Wira Wicaksana itu. Tak lama, kasus penggalian mayat ini terungkap dan menghebohkan masyarakat.
Kasatlantas Polres Makota AKP Ari Galang Saputro didampingi Kanit Laka Iptu Sutadi membenarkan tentang pelimpahan kasus tersebut. Barang bukti mobil juga diserahkan ke polisi militer.
“Peristiwa kecelakaan Jalan Bendungan Sutami pada 27 Mei 2018 lalu, ditangani oleh polisi militer, karena yang bersangkutan anggota militer,” ujar Sutadi dikonfirmasi Malang Post kemarin.(fin/big/ary/han)

Berita Lainnya :