Sembunyikan Mayat Puji di Gang


MALANG POST - Anehnya, setelah tabrakan kelompok ini kemudian mengangkat dan menyembunyikan tubuh Puji ke sebuah gang. Sehingga saat warga dan tim relawan RJT datang, yang tampak hanya tubuh Amar dan Hamdan serta bangkai mobil dan sepeda motor.
Mereka benar-benar pemain watak. Warga dan tim RJH masih menganggap itu kecelakaan biasa. Praka Nana tidak mau dimintai keterangan dan menyebut dirinya anggota militer. Para relawan mundur dan hanya membantu korban lain yang tertabrak. Bahkan Nana masih sempat menghentikan mobil umum yang tidak diketahui nopolnya, dan meminta tolong mengantarkan dirinya dan teman-temannya termasuk tubuh Puji ke daerah Jabon Pakis, yang menurut kabar merupakan rumah mertua Praka Nana.
Tubuh Puji diamankan di dalam kamar depan rumah itu. Nana juga masih sempat menyambangi RSSA Malang untuk melihat kondisi dua korban yang tertabrak dalam laka. Kemudian pada 27 Mei 2018 pukul 03.00 WIB, Nana dipanggil dan dibawa anggota Unit Laka Lantas Polres Makota untuk dimintai keterangan.
Namun, karena Nana mengaku anggota militer, Unit Laka menghubungi kantor polisi militer. Seluruh barang bukti dan Nana, diamankan ke kantor polisi militer di kawasan Jalan Kesatrian. Dari sini, Nana ternyata masih bisa pulang dan bisa menutupi jejaknya. Dia tidak menjelaskan ada orang yang diculik dalam mobilnya.
Pada 28 Mei 2018, pukul 01.00 WIB, Nana membawa Puji yang diduga sudah tewas, dari rumah di Jabon Pakis ke lahan sengon di Dusun Boro, Desa Jabung Kecamatan Jabung. Puji dikubur dalam sebuah lubang sedalam kurang lebih setengah meter. Selesai menguburkan mayat Puji, Nana dipanggil dan diinterogasi oleh kesatuannya. Baru ia mengakui perbuatannya menculik dan mengubur mayat Puji di Jabung.
Lalu pada Selasa (28/5) pagi, polisi militer dan Polres Malang membongkar kuburan Puji. Setelah pembongkaran dan penemuan jenazah, mayatnya dievakuasi dan tiba di Kamar Mayat RSSA Malang pukul 13.00 WIB. Dari pantauan Malang Post, suasana KM RSSA Malang ramai dengan petugas berpakaian doreng dan preman.
Setelah itu, orang-orang yang mengaku anggota keluarga korban, berdatangan satu per satu dan memastikan pria tersebut adalah Puji yang sempat menghilang sejak 26 Mei malam. Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan tentang apa motif jelas penculikan berujung kematian itu. Kabarnya masih seputar dugaan Puji terlalu dekat dengan istri Praka Nana.
Sedangkan kronologi tewasnya Puji yang mirip adegan di film action tersebut belum dibenarkan oleh Kepolisian. Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung belum menjawab soal tubuh Puji yang keluar dari kaca depan mobil akibat kecelakaan. Ia hanya membenarkan tentang adanya pembongkaran jenazah tersebut. Pembongkaran kuburan Puji dikawal dengan ketat oleh anggota polisi militer dan Polres Malang.
Polres Malang yang membantu penyelidikan kasus ini, menunggu hasil otopsi tubuh korban untuk menentukan penyebab kematian korban. “Penyebab kematian harus menunggu hasil otopsi,” jelas Ujung.
Di lain sisi, pihak berwenang di polisi militer, juga belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa ini. Upaya Malang Post menghubungi Dandenpom V/3 Brawijaya Letkol Cpm Dwi Indra Wirawan belum mendapat jawaban. Telepon, SMS maupun pesan WA tidak menerima balasan konfirmasi..(fin/big/ary/han)

Berita Lainnya :