Diduga Pesta Oplosan, Satu Tewas, Satu Masuk RS

 
BATU - Meski perang terhadap minuman keras gencar dilaksanakan, namun masih saja ada korban jiwa. Seperti yang dialami  warga Dusun Junggo, RT 01 RW 16, Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji, ini. Korbannya Sugeng Suprianto, 31. Ia harus meregang nyawa Selasa (29/5) sekitar pukul 17.00 WIB di RS Karsa Husada, Kota Batu.   Diduga, Sugeng meninggal setelah minum oplosan fermentasi jamur yang dibuat sendiri bersama dua rekannya Minggu (27/5) malam. Menurut informasi yang dihimpun, kejadian yang mengemparkan warga Desa Tulungrejo ini, korban membuat minuman oplosan dari fermentasi jamur di tempat kerjanya.
Korban bersama kedua temannya satu desa, Bambang Setiawan, 24, warga RT 03 RW 16 dan Pungki warga RT 02 RW 16, Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. Mereka bertiga diduga bersama-sama menenggak minuman miras oplosan.
Karena pesta oplosan itu, keesokan harinya Senin (28/5) Sugeng Suprianto dan Bambang Setiawan merasakan sakit dan harus dibawa ke di RS Karsa Husada untuk berobat. Namun pada hari yang sama keduanya kembali ke RS karena merasakan sakit kembali.
Saat kembali ke RS inilah, Sugeng meninggal dunia dan Bambang hingga kemarin sore masih menjalani rawat inap. Sementara itu dari pihak kepolisian setelah mendapati laporan dari warga tentang jatuhnya korban, anggota Reskrim Polres Batu langsung melakukan olah TKP.
Yakni di gudang jamur yang menjadi lokasi tempat minum. Hingga berita ini diturunkan polisi masih belum memberikan keterangan penyebab  satu korban meninggal dan satu dirawat di RS tersebut.
Kasubbag Humas Polres Batu AKP Supriyanto SH, MH mengatakan kejadian ini masih dalam proses penyelidikan. Pihaknya masih belum menerima laporan secara pasti dari oleh TKP. 
"Kami masih belum bisa memastikan jatuhnya satu korban di Dusun Junggo yang diduga menenggak minumam oplosan atau tidak. Secepatnya kami akan memberikan keterangan apa yang menjadi penyebab kematian Sugeng," tandas Supriyanto.
Sementara itu Kades Tulungrejo Suliyono membenarkan ada warganya yang meninggal di rumah sakit.
"Memang benar ada dari warga kami yang meninggal. Namun untuk kepastiannya kami belum tahu meninggal karena apa, belum tahu. Begitu juga dengan keluarganya juga tidak tahu penyebab meninggalnya Sugeng. Kalau memang benar minuman oplosan pihaknya menyerahkan ke pihak yang berwajib," ujar Kepala Desa Tulungrejo, Suliyono kepada Malang Post. 
Ia menjelaskan lebih lanjut, selain satu korban meninggal ada satu temannya yang sedang dirawat di RS Karsa Husada. Yaitu Bambang Setiawan yang masih satu dusun. 
"Sementara, untuk temannya Bambang saat ini masih berada di RS. Begitu juga pihak keluarga juga belum memberi informasi terkait kondisi Wawan," imbuhnya.
Saat wartawan mendatangi Bambang Setiawan atau Wawan di Ruang Kemuning, kelas 3 RS Karsa Husada, terlihat masih terbaring lemas dan menggunakan infus dengan ditemani keluarganya. Saat dimintai keterangan terkait kondisinya, pihak keluarga mengatakan jika kondisinya sudah lebih baik. 
Sementara itu, dari salah satu perangkat Dusun Juggo yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, ketiga warga tersebut setiap harinya bekerja di ladang. Namun saat-saat tertentu mereka menjadi tenaga borongan di gudang jamur yang berlokasi di satu dusun dengan korban.
"Memang ada warga bilang jika minggu malam ketiga orang tersebut meminum oplosan fermentasi jamur yang mereka buat sendiri di tempat kerjanya," tegas salah satu perangkat Dusun Junggo. (eri/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...