Istri Difitnah, Buaji Ancam Bunuh Tetangga


 
MALANG - Buaji, 66, sejak kemarin harus meringkuk di balik sel Mapolsek Wajak. Warga asal Desa Ngadireso, Poncokusumo yang tinggal di Dusun Sumbersuko, Desa Patokpicis, Wajak ini, dijebloskan ke dalam tahanan karena memeras dan mengancam Jariyat, 65 tahun, tetangganya. 
Tersangka ditangkap ketika akan menerima uang lagi dari korban. Sebagai barang buktinya, petugas mengamankan sisa uang sebesar Rp 1 juta, juga beberapa perhiasan emas berupa gelang, cincin dan anting-anting. 
"Uang hasil pemerasan, oleh tersangka sebagian digunakan untuk membeli emas dan sebagian lagi untuk foya-foya. Dia mengakui telah menerima uang dari korban," jelas Kanitreskrim Polsek Wajak, Aiptu Iqomatul Huda. 
Diperoleh keterangan, Buaji dengan korban ini bertetangga di Dusun Sumbersuko, Desa Patokpicis, Wajak. Korban asli warga setempat, sedangkan tersangka pendatang karena menikah siri dengan warga sekitar. 
Permasalahan antara mereka muncul pada 26 Mei lalu. Tersangka menuduh korban telah memfitnah istri sirinya. Ia mendatangi korban dan mengancam akan membunuh atau menyantet, karena telah menyebarkan berita yang tidak benar tentang istrinya. 
Supaya dibunuh atau disantet, tersangka meminta uang tebusan sebesar Rp 10 juta. Jika tidak dikasih, maka ucapan tersangka untuk membunuhnya akan dilakukan. Karena takut, korban pun langsung menyanggupi. 
Untuk mendapatkan uang sebesar itu, korban mencati utangan dan menjual seekor sapinya. Setelah uang terkumpul, selang sehari langsung diberikan kepada tersangka. Uang itu, kemudian dibelikan beberapa perhiasan. 
Setelah uang tinggal sedikit, tersangka mendatangi korban lagi. Ia meminta uang tambahan sebesar Rp 5 juta. Korban yang merasa diperas, lantas melaporkannya ke petugas Polsek Wajak. 
Selanjutnya bekerjasama dengan korban, petugas memancing tersangka keluar. Begitu janjian akan menerima uang Rp 5 juta, petugas yang sudah menyanggong langsung menyergapnya. 
“Alasan tersangka karena dia tidak terima istrinya difitnah. Ia juga mengelak tuduhan meminta uang secara paksa,” ujarnya. (agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :