Polisi Tangkap Satu Pelaku Lagi

 
MALANG - Satu lagi, pelaku di balik penculikan berujung tewasnya Puji Astrianto (31 tahun), diamankan Satreskrim Polres Malang. GT, yang diketahui masih tercatat sebagai pelajar salah satu SMK di Malang, berhasil dibekuk, kemarin. Polisi berhasil mendeteksi persembunyian GT, sebelumnya ia sempat jadi buron.
"Ada satu pelaku lagi yang kami tangkap pagi tadi (kemarin pagi, red)," ujar sumber internal Malang Post. 
Menurutnya, satu pelaku yang diamankan ini, adalah seorang pelajar yang diketahui ikut dalam penculikan Puji, warga Jalan Srigading Lowokwaru Kota Malang. GT, diamankan di sekitar Kota Malang ketika bersembunyi di rumah salah satu temannya. 
Dengan tertangkapnya GT ini, maka sudah tiga orang warga sipil yang sudah diamankan Polres Malang, terkait kasus penculikan terhadap Puji Astrianto. Sebelumnya, polisi menangkap F (Farhan) dan C (Capung) pada Selasa malam lalu. 
Lantas apa peran GT?. Berdasarkan sumber internal tadi, bahwa peran GT sama dengan dua pelaku lain yang tertangkap lebih dulu. Yakni ikut menguntit korban dari tempat kerjanya, kemudian menculiknya ketika dalam perjalanan pulang. Termasuk merampas sepeda motor milik korban. 
"Perannya sama dengan dua pelaku sebelumnya," ucapnya. 
Dengan demikian, jika dalam pemeriksaan GT terbukti, maka dia juga akan dijerat dengan pasal 365 KUHP yakni pencurian dengan kekerasan, karena motor korban dirampas, dan pasal 333 KUHP tentang penculikan. 
Sementara itu, informasi lain dari sumber internal Malang Post, dengan tertangkapnya GT ini, polisi berencana akan melakukan rekonstruksi kasus penculikan dan perampasan. Reka adegan ini, untuk mencocokkan keterangan para pelaku dengan fakta kejadian sebenarnya. 
"Rekonstruksi kemungkinan ada. Namun waktunya kapan masih belum tahu. Karena untuk mencocokkan keterangan pelaku dengan kejadian sebenarnya," tuturnya. 
Sekadar diketahui, Polisi Militer dan Polres Malang membongkar gundukan tanah berisi mayat di Kebun Sengon Dusun Boro Desa Jabung Kecamatan Jabung, Selasa (29/5) lalu. Mayat itu adalah jasad Puji Astrianto, warga Jalan Srigading, Lowokwaru, Kota Malang, yang diduga dikubur oleh Praka Nana Suryana dan tiga warga sipil.
Sebelum tewas dan dikubur, korban terlebih dahulu diculik seusai pulang kerja di Alfamart Pakisaji. Kedua tangan korban diikat, mulut dilakban dan dimasukkan ke dalam mobil Suzuki Carry Nopol N 1193 CR.
Hasil otopsi kematian korban sementara, diketahui bahwa Puji tewas karena lemas. Ternyata bukan karena kekerasan atau luka karena benturan di kepala akibat kecelakaan. (agp/ary)

Berita Lainnya :