Berkas Tersangka P4TK BOE Dilimpahkan Setelah Lebaran


MALANG – Kasus dugaan korupsi di tubuh Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Bidang Otomotif dan Elektronika (BOE) mulai rampung. Berkas dakwaan Kejaksaan Negeri Kota Malang terhadap lima tersangka, diklaim sudah selesai 100 persen.
Lima tersangka yang diduga terlibat kasus korupsi P4TK BOE yaitu Giarta sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Yitno, Ketut, Aziz dan pihak ketiga bernama Khamim. Hal ini ditegaskan oleh Kajari Kota Malang, Amran Lakoni dikonfirmasi kemarin. “Berkas dakwaan sudah selesai, tinggal dilimpahkan,” kata Amran di kantor Kejari Malang.
Menurutnya, pelimpahan berkas lima tersangka kasus dugaan korupsi masih menunggu terlaksananya lebaran. Karena, menurut Amran, pihak Kejari Malang mendapatkan edaran dari Pengadilan Tipikor Jalan Juanda Sidoarjo. Pelimpahan berkas perkara, dibatasi hingga 28 Mei 2018 lalu.
Karena sudah tak bisa melimpahkan berkas sampai lebaran, pihaknya menunggu hingga jadwal libur bersama lebaran untuk pegawai negeri selesai, pada 21 Juni 2018 mendatang. “Memang kasus P4TK BOE belum bisa dilimpahkan karena ada edaran dari Pengadilan Tipikor tentang batas pelimpahan tanggal 28 Mei lalu,” ujarnya.
Terkait isi dakwaan, Kajari Malang enggan memaparkannya secara gamblang. Nantinya, isi dakwaan akan terlihat ketika proses persidangan sudah dijadwalkan oleh Pengadilan Tipikor. Dia mengatakan belum ada tersangka baru yang kemungkinan bisa terlibat dalam kejahatan yang merugikan keuangan negara ini.
“Belum ada (tersangka baru). Tapi nanti kalau ada temuan baru, tentu kita akan minta penyidik kejaksaan untuk melakukan pendalaman lagi,” tambahnya. Kelima tersangka kasus dugaan korupsi kini menghuni sel tahanan Lapas Klas I Malang sebagai tahanan titipan sejak Senin 14 Mei 2018 lalu.
Mereka dijerat pasal tipikor karena diduga menyelewengkan proses pengadaan barang untuk modul pelatihan guru K13 tahun 2015. Modus mereka adalah mengurangi spesifikasi buku yang menyebabkan kerugian negara Rp 312 juta. Walaupun uang ini telah dikembalikan kepada kas negara, kasus ini tetap berjalan.(fin/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...