Penjual Soto Ditangkap Tim Resnarkoba


 
KEDIRI – Tim Resnarkoba Polres Kediri mengungkap jaringan pengedar pil koplo. Dua tersangka asal Kota Kediri diamankan. Yakni Luki Iwan Purwanto, 28, warga Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, dan Erik Susilo, 36, warga Desa Blabak, Kecamatan Pesantren.
Dari tangan Iwan, petugas menyita 17.000 butir pil dobel L dan 6.000 butir pil jenis Diazepam. Barang bukti (BB) itu ditemukan di rumah tersangka.
“Pelaku tergolong jaringan pengedar besar, bisa dikatakan bandar,” ungkap Kasatresnarkoba AKP Eko Prasetyo Sanosin.
Iwan yang sehari hari menjual soto ditangkap sekitar pukul 23.00, Kamis (31/5), di monumen Simpang Lima Gumul (SLG), Desa Sumberejo, Kecamatan Ngasem. Dia diduga akan transaksi dengan pembeli.
“Kami sudah dapatkan informasi tentang transaksi itu,” ujar Eko. Ia menambahkan, Iwan sudah lama menjadi target operasi (TO) polisi.
Selain 23 ribu butir pil koplo, tim resnarkoba juga mengamankan BB handphone (HP) Evercross. Telepon seluler (ponsel) ini diduga digunakan untuk sarana transaksi obat keras tanpa izin edar tersebut.
Terpisah, petugas menangkap Erik Susilo di perempatan Desa Ngreco, Kecamatan Kandat. Pemuda asal Blabak itu kedapatan membawa 272 butir pil Y.
“Kami akan menyelidiki tentang peredaran obat keras jenis Y yang diedarkan tersangka Erik ini,” kata Eko. Selain itu, polisi juga menyita ponsel merek LG.
Hingga kemarin, untuk kepentingan penyelidikan kedua tersangka ditahan di Polres Kediri. Eko mengatakan, tidak ada keterkaitan di antara keduanya. Mereka terancam pasal 197 sub pasal 196 UU Nomor 36/2009 tentang Kesehatan dan pasal 62 UU Nomor 5/1997 tentang Psikotropika.
“Keduanya bukan satu jaringan, kami akan lakukan penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya. (rk/die/jpr/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...