Tanpa Rekonstruksi, JPU Nyatakan Berkas P21

 
MALANG - Ingat dengan kasus pembunuhan yang sempat menggemparkan warga Dusun Krajan, Jalan Kenanga, Desa Putat Lor Kecamatan Gondanglegi, Rabu (18/4) lalu. Ternyata perkaranya sudah memasuki babak baru. Berkas berita acara pemeriksaan (BAP) oleh penyidik Satreskrim Polres Malang sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kepanjen. 
Bahkan setelah Lebaran nanti, penyidik akan melimpahkan tersangka M Rizal Arif Santoso, 20, ke Kejari Kepanjen untuk pelimpahan tahap dua. Pasalnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) sudah menyatakan bahwa berkas perkaranya lengkap atau P21. 
"Berkas sudah dinyatakan P21 oleh Jaksa. Kemungkinan nanti setelah Lebaran akan kami limpahkan tahap dua," jelas KBO Reskrim Polres Malang, Iptu Rudi Kuswoyo. 
Dengan sudah dinyatakan P21 tersebut, maka polisi tidak lagi melakukan rekonstruksi kasusnya. Tersangka M Rizal Arif Santoso, tidak memperagakan adegan pembunuhan. Padahal sebelumnya, polisi berencana akan menggelar rekonstruksi di lokasi kejadian. 
"Kami sudah berkoordinasi dengan Jaksa. Petunjuk Jaksa, tidak perlu melakukan rekonstruksi, karena pasal yang dijeratkan kepada tersangka M Rizal Arif Santoso bukan pembunuhan. Melainkan perampokan disertai penganiayaan berat yang menyebabkan korbannya meninggal dunia," terang mantan Kanitreskrim Polsek Bululawang ini. 
"Pada pelimpahan tahap kedua, selain tersangka dan berkasnya, semua barang bukti juga kami limpahkan kepada JPU," sambungnya. 
Seperti diberitakan sebelumnya, Rabu (18/4) malam lalu, peristiwa perampokan disertai pembunuhan menggemparkan warga Dusun Krajan, Jalan Kenanga, Desa Putat Lor, Gondanglegi. Hj. Siti Khotijah, tewas dengan luka di kepala. Winarsih dan anaknya, yang merupakan pembantu sempat kritis akibat luka di kepala.
Polisi yang mendapat laporan, langsung melakukan penyelidikan dengan membentuk empat tim. Rabu (25/4) lalu, polisi berhasil menangkap M Rizal Arif Santoso, 20, yang merupakan cicit korban Hj. Siti Khotijah. Ia dibekuk saat mau pulang ke rumah ayahnya di Magetan. Tersangka nekat melakukan aksi sadis karena ingin menguasai harta milik neneknya. (agp/lim)

Berita Lainnya :