Warga Tlogomas Tewas di Atas Motor

 
MALANG - Warga Jalan Bandulan Malang, Sabtu (2/6) pukul 23.00 geger. Gara-garanya seorang laki-laki ditemukan sudah meninggal dunia di atas motornya, Honda Revo, N 3698 AAH. Kepalanya yang masih mengenakan helm, bersandar di atas stir motor. Korban diketahui bernama Wuriadi, 60, warga Jalan Raya Tlogomas 42 RT 04 RW 07 Kelurahan Tlogomas Kota Malang.
Ini diketahui dari identitas KTP yang ada di dompet korban. Untuk mengetahui penyebab kematiannya, korban dibawa ke kamar jenazah RSSA Malang oleh petugas PMI Kota Malang. Informasi yang didapat Malang Post beberapa warga yang tinggal di dekat pertigaan Jalan Bandulan, curiga dengan laki-laki yang terlihat tertidur di atas stir motornya yang berwarna hitam. Melihat posisi tidurnya yang tidak wajar, warga mulai curiga. 
"Kami curiga karena tidak bergerak sama sekali," ungkap Bambang Susilo, 45, warga sekitar.
Kecurigaan warga ini ternyata tidak salah. Warga kemudian mencoba membangunkan laki-laki itu. Ternyata, tubuhnya sama sekali tidak bergerak. Saat itu juga, warga melapor ke Polsek Sukun. 
Polisi dan anggota SAR Malang pun datang melakukan pengecekan. Hasilnya Wuriadi dinyatakan sudah meninggal dunia. Kapolsek Sukun Kompol Anang Tri Hananta menerangkan, korban awalnya menepi dari jalan utama dan langsung menyandarkan kepalanya ke atas stir motor.
Kemudian, Wuriadi terlihat seakan tertidur. Namun, setelah dicek warga, ternyata korban sudah tidak bernyawa di atas motornya.
"Warga kemudian melapor ke polsek dan dibantu evakuasi ke RS Saiful Anwar," katanya kemarin. Pihak kepolisian belum bisa memastikan penyebab kematian korban sebelum ada hasil visum dan otopsi.
Meski demikian, dugaan sementara, korban mengalami kelelahan sehingga terkena serangan jantung. Anang mengatakan, keluarga korban langsung dihubungi ketika Wuriadi ditangani kepolisian.
"Kami juga belum tahu pasti, apa penyebab kematian korban," tandas perwira polisi dengan pangkat satu melati emas di pundaknya ini.
Setelah kepolisian melakukan identifikasi, jenazah korban dibawa ke kamar mayat dengan menggunakan mobil ambulans untuk dilakukan pemeriksaan visum. Menurut Benny, menantu korban, Wuriadi memang saat itu hendak pulang ke rumah kontrakannya di kawasan Supit Urang. 
“Kalau penyakit jantung memang tidak ada. Yang ada diabetes,” ujarnya di kamar mayat RSSA Malang.
Korban sendiri dikenal sebagai sopir di Utama Grosir, Klojen. Yang mengenaskan, Wuriadi baru saja kehilangan ibu kandungnya. “Sekitar dua minggu lalu, baru 40 hari ibunya,” terangnya. (fin/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...