magista scarpe da calcio Calon Kepala Desa Ditikam


Calon Kepala Desa Ditikam

 
PASURUAN - Warga Desa Semare, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, kemarin geger. Itu setelah salah satu calon kepala desa (cakades) setempat, Holidulloh, 42, ditusuk di depan rumahnya. Beruntung, nyawa korban masih bisa diselamatkan.
Peristiwa penusukan ini terjadi sekitar pukul 10.30. Saat itu, Holidulloh bersama istrinya, Putri Cahyani sedang memberi makan ayamnya. Tidak lama kemudian, Holidulloh mendengar suara seseorang sedang mblayer motor di depan rumahnya.
Holidulloh lantas keluar ke halaman rumahnya, untuk melihat apa yang terjadi. Di depan pagar rumahnya, ia melihat Dhofir, 52, yang saat itu tengah duduk di atas motor. Tanpa basa basi, Dhofir kemudian turun dan langsung menusukkan pisau ke arah korban. Setelah itu, Dhofir melarikan diri ke arah selatan.
Setelah mendapat tusukan, Holidulloh sempat tersungkur. Putri yang mengetahui suaminya ditusuk, lantas berteriak meminta tolong. Warga yang mendengar teriakan Putri, berdatangan ke rumah korban. Sebagian warga kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Kraton.
Tidak berselang lama, polisi kemudian mendatangi rumah korban. Sementara korban langsung dilarikan ke RSUD R Soedarsono, Kota Pasuruan, untuk mendapatkan pertolongan.
Akibat penusukan tersebut, korban Holidulloh mengalami luka robek pada ketiak sebelah kiri sepanjang 5 sentimeter, luka robek pada pelipis mata sebelah kiri sepanjang 4 sentimeter, serta luka robek pada kepala belakang sebelah kiri sepanjang 5 sentimeter.
“Alhamdulillah korban cepat tertolong. Sehingga nyawanya masih bisa diselamatkan. Saat ini, korban masih dirawat di ruang IGD,” kata Kapolsek Kraton, AKP Masroni.
Sementara itu polisi tak butuh lama untuk mengungkap penusukan terhadap Holidulloh. Sebab, tak lama usai insiden penusukan itu, pelakunya menyerahkan diri ke Mapolsek Gadingrejo.
Saat ini, pelaku pun telah diamankan di Mapolsek Kraton. Pelaku itu diketahui bernama Dhofir, 52. Dari hasil penyelidikan diketahui, pelaku sakit hati pada korban.
Pemicunya, saat meminta tolong dibuatkan ijazah untuk pencalonan calon kepala desa (cakades), ternyata ijazahnya palsu. 
“Sementara motif penusukan, karena dendam akibat ijazah yang diberikan korban palsu dan tidak bisa dilegalisir. Kebetulan keduanya sama-sama nyalon kades,” terang AKP Masroni, Kapolsek Kraton.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, dua bulan lalu pelaku meminta tolong untuk dibuatkan ijazah paket B. Dhofir minta tolong pada Holidulloh, karena punya kenalan yang bisa membuatkan ijazah paket B.
Nah, belakangan diketahui jika ijazah paket B tersebut palsu. Itu diketahui pelaku saat akan melakukan legalisir. Akibatnya, Dhofir tak lolos dalam pencalonan kades.
Karena itu, ia dendam pada korban yang dianggap menggagalkan rencananya mencalonkan diri menjadi kades. (jpg/jon)

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top