magista scarpe da calcio Pengendara Motor Jadi Tersangka


Pengendara Motor Jadi Tersangka

 
MALANG - Salah satu korban kecelakaan baris-berbaris di Desa Ngadirejo, Kromengan, Juwati, 42 tahun, harus menjalani operasi di RS Kanjuruhan, Kepanjen. Ia mengalami luka berat di pergelangan kaki kanannya dan harus menjalani operasi.  Bahkan, perempuan dengan satu anak ini merupakan satu-satunya korban yang kini harus menjalani rawat inap.
Semenjak peristiwa naas itu hingga kemarin, Juwiati masih dirawat di ruang Diponegoro RS Kanjuruhan lantai dua. Sabtu (12/8) lalu, ia harus menjalani operasi pergelangan kaki kanannya yang patah.
“Saat ini kondisi saya sudah membaik dibanding dua hari kemarin sebelum menjalani operasi,” ujar Juwati ketika ditemui Malang Post, kemarin.
Perempuan yang masih tergeletak lemas di ranjang RS ini ditemani saudaranya Vevi Chusnul, 33 tahun ini. Menurutnya, peristiwa yang dialami terjadi begitu cepat sekitar pukul 19.30 WIB saat latihan baris-berbaris untuk persiapan gerak jalan hari Sabtu (13/8) di lapangan Desa Ngadirejo.
“Malam itu kami bersama 15 orang yang terbagi menjadi tiga baris melaksanakan latihan baris-berbaris di Jalan Raya Kromengan. Saya dan pleton yang berada di baris paling kanan belakang. Sebelumnya saya tidak memiliki firasat apa-apa,” kenangnya.
Juwati mengakui malam itu latihan baris sambil berteriak-teriak memberikan semangat. Namun, tiba-tiba barisan buyar semua, khususnya yang berada di sebelah kanan belakang. 
Saat itu juga sepeda motor dengan nopol N5564 EEL yang dikendarai Misman, menghantam barisan pleton itu dari arah belakang. Sontak, satu pleton dalam barisan semburat dan jeritan histeris keluar dari para korban.
“Saya yang berada paling belakang tertabrak dahulu yang mengakibatkan pergelangan kaki kanan patah. Sedangkan Sriani tidak bisa bertahan saat perjalanan menuju RS Kanjuruhan, Kepanjen. Karena ia mengalami luka berat di bagian kepala,” kenangnya.
Sedangkan korban lainnya Elli (40) dan Sungatri dilarikan ke RS Wava Husada mengalami luka ringan. Elli mengalami luka pada bagian pinggang, sedangkan Sungiatri mengalami luka di bagian kepala. Kedua korban ini sudah diizinkan pulang. 
“Untuk yang lainnya, dari tujuh korban satu tak terselamatkan. Sisanya hanya luka ringan,” papar Juwati.
Saat peristiwa naas itu terjadi, ia menerangkan jika pengemudi sedang perjalanan pulang dari Blitar ke rumahnya di Kromengan. Ia menduga jika pengemudi yang tidak sengaja menabraknya akibat kelelahan karena perjalanan jauh. Apalagi penerangan di jalan raya tersebut juga baik.
Dari pihak kerluarga pelaku penabrakan sudah datang menjenguk para korban. Termasuk Juwati yang mengalami luka parah. 
“Barusan saja keluarga tersangka menjenguk dan meminta maaf atas kejadian yang menimpa. Saya sendiri dan teman-teman juga sudah memaafkan. Karena peristiwa nahas Jumat malam itu memang bukan kesengajaan atau karena pengaruh minuman keras dari pengemudi. Apalagi kita berada di satu desa,” pungkasnya.
Meski tidak ada unsur kesengajaan, pengendara motor Honda Vario N 5564 EEL, terancam menjadi tersangka kasus kecelakaan maut yang terjadi di Desa Ngadirejo, Kecamatan Kromengan. Misman, 50 tahun, warga Dusun Cendol, Desa Ngadirejo, Kromengan ini, dianggap lalai saat mengendarai motor hingga menabrak barisan ibu-ibu yang sedang latihan baris berbaris untuk persiapan Agustusan.
“Karena kasus kecelakaan ini meninggal dunia, maka berkasnya langsung kami serahkan ke Unit Laka Lantas Polres Malang di Satpas Singosari. Penyelidikan lebih lanjutnya di Unit Lantas Polres Malang,” terang Kapos Laka Lantas Sumberpucung, Aiptu Samsi Dhuka.
Dari hasil penyelidikan sementara serta hasil olah TKP dan keterangan saksi di lokasi kejadian, penyebab terjadinya kecelakaan adalah karena pengendara motor yang lalai dan kurang berhati-hati. Misman bisa dijadikan tersangka dengan dijerat pasal 310 ayat 4 tentang kelalaiannya yang mengakibatkan orang meninggal dunia.
“Ancaman hukumannya adalah 6 tahun kurungan penjara serta denda sebesar Rp 12 juta,” ujar Samsi Dhuka.
Apakah nantinya yang bersangkutan bisa dipenjara? Samsi mengatakan, untuk penahanan diserahkan ke Unit Laka Lantas Polres Malang. Karena semua berkas serta barang bukti kendaraan, sudah dilimpahkan. 
Kanit Laka Lantas Polres Malang, Iptu Yoyok Supandi, mengatakan bahwa kasus kecelakaan masih dalam tahap penyelidikan. Penyidik Unit Laka Lantas masih mendalami kasusnya dengan meminta keterangan saksi-saksi. Jika memang terbukti bersalah, maka Misman akan dijerat dengan pasal tersebut.
“Kami masih belum menetapkan tersangka. Karena kami masih belum meminta keterangan saksi-saksi. Apalagi ada beberapa korban yang masih dirawat di rumah sakit,” ungkap Yoyok Supandi.
Seperti diberitakan sebelumnya, latihan baris berbaris ibu-ibu warga Desa Ngadirejo, Kromengan untuk persiapan Agustusan membawa duka.  Sepeda motor Honda Vario nopol N 5564 EEL, yang dikendarai Misman, 50, warga Dusun Cendol, Desa Ngadirejo, Kromengan tiba-tiba menabrak barisan dari belakang. Akibat kejadian tersebut, seorang meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka-luka.(agp/mg20/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang