Peradi Yayan Siap Gelar PKPA

 
MALANG – DPC Peradi Malang pimpinan Yayan Riyanto SH MH segera menggelar pelaksanaan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) tahun 2018. Sekitar 70 calon advokat bakal mendapatkan gemblengan Peradi Malang. Pelaksanaan PKPA direncanakan dihelat selama satu bulan.
“PKPA ini ajang persiapan calon advokat untuk memasuki kawah candradimuka, yaitu magang dua tahun kepada para advokat profesional yang sudah membuka kantornya sendiri. Dengan PKPA, para advokat memiliki modal untuk magang sebelum ditentukan apakah lulus atau tidak,” kata Yayan kepada wartawan di RM Kertanegara sore kemarin.
Menurut Yayan, pelaksanaan PKPA digelar pada 30 Juni 2018 sampai 30 Juli 2018. PKPA yang dihelat di Ibis Style Hotel ini, dibuka langsung oleh Ketua DPN Peradi Dr Luhut M.P. Pangaribuan SH LL. Panitia Pelaksana Edi Rianto SH mengatakan PKPA bekerjasama dengan Universitas Wisnuwardhana. PKPA wajib diikuti apabila ingin menjadi advokat.
“PKPA wajib diikuti calon advokat yang ingin mendapatkan legalitas dari DPN Peradi,” ujar Edi.Anggota Pengurus DPN Peradi, Dr Solehoddin SH MH mengatakan bahwa pengurus pusat menginginkan angkatan yang berkualitas dari peserta PKPA tahun 2018. Menurut Soleh, pelaksanaan PKPA akan dilaksanakan dengan benar dan tidak asal-asalan.
“Tahun lalu, dari 62 peserta, lulus 33 peserta. Itu hanya 50 persen dari total peserta yang bisa lulus. Perlu ada pembinaan, pengawasan, terutama training yang kita akan lakukan, supaya kualitas advokat Peradi pimpinan Yayan, menjadi advokat handal, profesional dan berintegritas,” tambah Soleh.
Deputi Sekjen DPN Peradi, Imam Hidayat SH MH mengatakan calon advokat akan menjalani beberapa rentetan. Pertama, setelah mengikuti PKPA dan lulus, berikutnya para calon advokat bakal magang selama dua tahun kepada kantor advokat yang sudah ditunjuk. Setelah magang, akan ada penyumpahan.
“Peserta PKPA di Malang terbesar di seluruh Indonesia. Karena kualitas pengajar mumpuni. Misalnya, Alvon Kurnia Palma YLBHI, Haris Azhar dari Kontras, bang Luhut sendiri hingga anggota DPR Nursyahbani Kantjasungkana,” tutur Imam. (fin/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :