Operasi Pekat, Ungkap 515 Kasus

 
MALANG - Polres Malang mengungkap 515 kasus selama kurun waktu 12 hari, dalam Operasi Pekat Semeru 2018. Senin (4/6) sore, hasil ungkap kasus bersama dengan Polsek jajaran tersebut dipamerkan. Termasuk dengan para tersangka dan barang buktinya. 
"Operasi Pekat Semeru 2018 ini, mulai kami gelar sejak 21 Mei sampai 1 Juni. Operasi ini untuk menanggulangi premanisme, judi, porstitusi, pornografi, narkoba, minuman keras dan bahan peledak," jelas Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung. 
Dari 515 kasus tersebut, untuk premanisme mengungkap 390 kasus dengan 457 tersangka. Judi 10 kasus dengan 17 tersangka. Porstitusi 17 kasus dengan 23 tersangka. Pornografi 1 kasus dengan 16 tersangka.
Narkoba 23 kasus dengan 16 tersangka. Minuman keras 68 kasus dengan 65 tersangka dan bahan peledak 6 kasus dengan 4 tersangka.  
"Dari semua tersangka tersebut, 32 tersangka kami tindak dengan menahannya. Kemudian 67 tersangka kami tindak pidana ringan dan lainnya 499 tersangka kami beri pembinaan," jelasnya. 
Selain itu, Polres Malang juga mengamankan beberapa barang bukti. Selain bahan peledak, senjata tajam, narkoba dan obat keras berbahaya juga mengamankan ribuan botol minuman keras berbagai merek. 
"Operasi Pekat Semeru 2018 ini, kami lakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama bulan Ramadan dan menjelang Lebaran. Meski operasi sudah berakhir, namun kami tetap melakukan pengamanan," tegasnya. 
Usai Operasi Pekat Semeru 2018, lanjut perwira dengan pangkat dua melati ini, Polres Malang akan melanjutkan dengan Operasi Ketupat 2018.
"Khusus untuk operasi miras akan terus kami lakukan. Sampai wilayah Kabupaten Malang benar-benar bebas dari peredaran minuman keras," lanjutnya. 
"Selain itu kami juga melakukan pemantauan untuk seluruh wilayah, termasuk peredaran bahan peledak petasan supaya tidak terjadi kejadian yang tidak diinginkan selama bulan Ramadan dan Lebaran nanti," sambungnya.(agp/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :